Perawatan Sederhana Hasilkan Panen Maggot Melimpah
Jagad Tani - Nur Halimah, selaku penanggung jawab budidaya maggot di Swara Hijau Farm, mengungkapkan bahwa perawatan maggot terbilang sederhana, yang terpenting ialah memastikan pemberian pakan secara rutin agar pertumbuhan maggot optimal. Namun, tantangan utama dalam budidaya maggot terletak pada proses pemisahan maggot dari sisa pakan atau kasgot.
“Karena pakannya basah, maggot harus dikeringkan dulu. Biasanya kami puasakan satu sampai dua hari supaya maggotnya lebih kering sebelum dipisahkan,” ujarnya saat ditemui oleh tim Jagad Tani, saat panen maggot.
Baca juga: Harga Ikan di Buleleng Jelang Akhir Tahun
Setelah proses puasa, maggot kemudian diayak dan dikeringkan kembali dengan bantuan ampas kelapa. Ampas kelapa berfungsi menyerap sisa cairan dari makanan sehingga memudahkan proses pemisahan.
Untuk pakan, Swara Hijau Farm memanfaatkan limbah organik, seperti sisa sayuran rumah tangga, sampah sayur dari pasar, hingga sisa makanan yang sudah tidak layak konsumsi. Bahkan, tulang ayam dan ikan dapat dimanfaatkan karena mampu dihabiskan oleh maggot.
Adapun untuk proses pembudidayaan maggot, menurut Halimah tergolong cepat. Dari telur hingga siap panen membutuhkan waktu sekitar 17 hari, tergantung pada intensitas pemberian pakan.
“Kalau makannya rutin, pagi dan sore, pertumbuhannya lebih cepat. Dalam dua minggu sudah bisa panen,” jelasnya.
Bahkan melalui penerapan hal tersebut, hasil panen maggot di Swara Hijau Farm terus meningkat. Dari panen awal sekitar 20 kilogram, kemudian naik menjadi 55 kilogram, hingga mencapai 70 kilogram pada saat terakhir kali panen.

