• 21 January 2026

Januari 2026, Harga Referensi Biji Kakao Turun

uploads/news/2026/01/januari-2026-harga-referensi-58808b2642b363b.png

Jagad Tani - Harga Referensi (HR) biji kakao pada Januari 2026 mengalami penurunan, dan ditetapkan sebesar USD 5.662,38 per metrik ton (MT), turun sebesar USD 315,08 atau 5,27% dari bulan sebelumnya.

Hal ini berdampak pada penurunan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao pada Januari 2026 yang menjadi USD 5.296/MT, turun USD 308 atau 5,49% dari periode sebelumnya.

Baca juga: Freeze Drying Perluas Peluang Inovasi Pangan Lokal

“Penurunan HR dan HPE biji kakao dipengaruhi oleh peningkatan suplai biji kakao seiring dengan peningkatan produksi di negara produsen utama di wilayah Afrika Barat,” jelas Tommy Andana selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan.

Menurutnya, hal terjadi karena disebabkan membaiknya cuaca yang tidak diikuti oleh peningkatan permintaan. Adapun Bea Keluar (BK) biji kakao untuk periode 1-31 Januari 2026 merujuk pada Kolom Angka 4 Lampiran Huruf B PMK Nomor 38 Tahun 2024 jo. PMK Nomor 68 Tahun 2025, yaitu 7,5%.

Sementara itu, tarif Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan (BLU BPDP), atau biasa dikenal sebagai Pungutan Ekspor (PE) biji kakao 1-31 Januari 2026 merujuk pada Lampiran Huruf C PMK Nomor 69 Tahun 2025, yaitu 7,5%.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor kakao, kakao olahan, dan makanan olahan berbahan dasar kakao Indonesia mencatatkan tren positif 16,20% pada rentang tahun 2021-2024.

Adapun pada bulan Januari-September 2025, ekspornya tercatat sebesar USD 2,8 miliar atau melonjak 68,75% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024 yakni senilai USD 1,6 miliar.

Lebih lanjut terkait dengan kakao, Kemendag mendorong pelaku usaha komoditas kakao untuk meningkatkan hilirisasi produknya agar makin bernilai tambah, bahkan hilirisasi dinilai bisa menjadi jalan meningkatkan minat pasar global terhadap produk kakao Indonesia. 

Related News