• 21 January 2026

Banjir Bandang Terjang Sitaro, Bantuan Pangan Dikirimkan

uploads/news/2026/01/banjir-bandang-terjang-sitaro--2210707c17b1eaf.jpg

Jagad Tani - Banjir bandang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, pada Senin (05/01) dini hari sekitar pukul 03.00 WITA. Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan sungai meluap secara tiba-tiba dan membawa material batu, kayu, serta lumpur ke permukiman warga.

Kementerian Sosial (Kemensos) dengan pemerintah daerah bergerak menyalurkan bantuan pangan dan logistik bagi para korban. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi lintas pihak, termasuk pemerintah daerah dan relawan kebencanaan.

Baca juga: Sebanyak 778.922 Hewan Ternak Terdampak Bencana Sumatra

"Kita terus bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk Pemda untuk menyalurkan bantuan," ungkap Saifullah Yusuf (Gus Ipul) selaku Menteri Sosial dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa malam (06/01).

Bantuan yang dikirimkan meliputi 100 lembar kasur, 200 lembar selimut, 200 paket makanan anak, 50 lembar tenda gulung, 200 paket family kit, 100 paket kidsware, 400 paket makanan siap saji, 500 paket lauk pauk siap saji, serta 500 kilogram beras. 

Banjir bandang ini berdampak pada empat kecamatan, yakni Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan. Kerusakan cukup parah terjadi pada permukiman warga dan fasilitas umum.

Data sementara Badan Penanggulangan Nasional Bencana (BNPB) mencatat tujuh unit rumah hanyut, 29 unit rumah rusak berat, dan 112 unit rumah rusak ringan. Sejumlah akses jalan dan bangunan perkantoran juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Dari sisi kemanusiaan, bencana ini menelan korban jiwa. Hingga Selasa (06/01) pukul 14.00 WIB, tercatat 16 orang meninggal dunia, tiga orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian, serta 22 orang mengalami luka-luka. Dua korban luka berat telah dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk penanganan lanjutan.

Ratusan warga terdampak terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Pengungsi tersebar di beberapa titik, antara lain di Gereja Betabara Paseng yang menampung 37 kepala keluarga (105 jiwa) dan Museum Ulu dengan 54 kepala keluarga (287 jiwa). Total pengungsi di dua lokasi tersebut mencapai 91 kepala keluarga atau 392 jiwa, sementara jumlah keseluruhan pengungsi tercatat sekitar 682 jiwa dan masih terus diperbarui.

Pemerintah Kabupaten Sitaro telah menetapkan status tanggap darurat melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 1 Tahun 2026, berlaku sejak 5 hingga 18 Januari 2026. Penetapan ini menjadi dasar percepatan penanganan darurat, termasuk pemenuhan kebutuhan pangan dan logistik bagi warga terdampak.

Saat ini, Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) tengah menuju Kepulauan Siau menggunakan kapal laut dengan membawa tambahan logistik serta perlengkapan untuk mendirikan dapur umum. Mengingat keterbatasan akses dan daya angkut perahu ke lokasi terdampak, sebagian kebutuhan pengungsi dipenuhi melalui mekanisme pembelanjaan langsung di wilayah setempat.

Pendataan kerugian materiil dan dampak terhadap mata pencaharian warga, termasuk sektor pertanian dan pangan, masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Related News