• 20 January 2026

Seluk Beluk Perawatan Ayam Serama

uploads/news/2026/01/seluk-beluk-perawatan-ayam-5822221951f2481.jpeg

Jagad Tani - Ayam serama menjadi salah satu jenis ayam hias yang kian diminati di Indonesia. Eka Septian, yang merupakan seorang perawat ayam serama di Watugeni Farm mengungkapkan bahwa perawatan ayam serama tergolong mudah-mudah sulit.

Menurut Eka, dari sisi pakan, pakan untuk ayam ini relatif tidak terlalu sulit dicari karena hanya cukup diberi pakan pur ayam dan air minum secara rutin.

Baca juga: Pesona Ayam Serama, Si Kecil Penuh Gaya

“Kalau untuk pakannya, sebenarnya cukup sederhana. Pakai pakan pur ayam dan air saja,” ujarnya saat ditemui oleh tim Jagad Tani di lokasi peternakan yang berada di Kompleks Triloka, Pancoran, Jakarta Selatan.

Ukurannya yang mini, postur tubuh tegap dengan dada membusung, serta gaya berjalan yang anggun menjadikan ayam asal Malaysia ini memiliki daya tarik tersendiri di kalangan penghobi unggas hias.

Namun, tantangan utama dalam merawat ayam serama terletak pada penempatan kandang. Eka menjelaskan ayam serama tidak disarankan ditempatkan di area terbuka karena kondisi tubuhnya yang kecil dan relatif ringkih.

“Kandangnya tidak bisa terlalu terbuka. Minimal ada atap. Kalau ditaruh di luar dan terbuka, ayam ini rentan karena badannya kecil, jadi agak ringkih,” jelasnya.

Selain itu, kondisi kandang harus dijaga agar tetap kering dan tidak lembap. Kondisi kandang yang lembap, menurut Eka, dapat memicu munculnya berbagai penyakit yang berisiko mengganggu kesehatan ayam serama.

“Di dalam kandang tidak boleh lembap. Tempat minumnya juga harus benar-benar dijaga supaya tidak tumpah. Kalau sampai tumpah, kandang jadi lembap dan itu bisa menyebabkan banyak penyakit,” katanya.

Eka menambahkan, ayam serama dikenal sebagai salah satu ayam terkecil di dunia. Bobot tubuhnya bahkan tidak mencapai 500 gram, sehingga membutuhkan penanganan yang lebih hati-hati dibandingkan ayam hias pada umumnya.

“Beratnya itu di bawah 500 gram. Bisa dibilang ini jenis ayam terkecil di dunia. Saat ini terdapat sekitar 100 ekor ayam serama yang dipelihara di farm ini,” tukasnya.

Dengan pengelolaan kandang yang tepat, lingkungan yang kering, serta pola perawatan yang konsisten, ayam serama tetap memiliki prospek menarik sebagai ayam hias. Tidak hanya bagi penghobi, tetapi juga bagi pelaku usaha unggas hias yang ingin mengembangkan ternak bernilai estetika tinggi.

 

Related News