Didominasi Perikanan, Ekspor Banyuwangi Tembus Rp3,9 Triliun
Jagad Tani - Sepanjang tahun 2025, nilai ekspor Kabupaten Banyuwangi menembus 232 juta dolar AS setara Rp3,9 triliun. Capaian ini meningkat sebesar 18,33% jika dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 196 juta dolar AS (sekitar Rp3,3 triliun), dan didominasi oleh sektor perikanan.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, total ada 80 negara tujuan ekspor dari Banyuwangi. Pasarnya tersebar di Asia, Afrika, Eropa, Amerika, hingga Australia,” ungkap Ipuk Fiestiandani selaku Bupati Banyuwangi, Minggu (17/01).
Baca juga: Perjanjian Keanekaragaman Hayati PBB Lindungi 30% Lautan
Komoditas yang diekspor dari Banyuwangi sebetulnya sangat beragam, yakni mencakup 27 produk unggulan. Mulai dari ikan hias, batu apung, koral, ikan kaleng, olahan rempah, produk pertanian, kerajinan, hingga buah segar.
Namun Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Nanin Oktaviantie menjelaskan bahwa komoditas dengan nilai ekspor terbesar didominasi oleh produk perikanan, khususnya ikan kaleng.
“Pengirimannya berbasis kontrak dengan negara tujuan. Sekali kirim bisa puluhan ton. Bahkan dalam kondisi tertentu bisa mencapai 40 kontainer per hari," sambungnya.
Bahkan perusahaan pengolahan ikan yang bernama Pacific Harvest menjadi salah satu eksportir utama di ujung timur pulau Jawa ini, yang beroperasi di Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Tentu dengan adanya perusahaan besar, maka peningkatan volume dan nilai ekspor, serta perluasan akses pasar, harus didukung oleh pemerintah daerah.
"Upaya ini sekaligus membuka peluang investasi bagi perusahaan besar maupun menengah untuk menanamkan modal di Banyuwangi, seiring dengan ketersediaan bahan baku, infrastruktur pendukung, dan iklim usaha yang semakin kondusif,” tukas Nanin.

