• 21 January 2026

Tips Budidaya Lele Sehat ala Father Farm

uploads/news/2026/01/mengapa-lele-juga-perlu-823078bbd2e3f7c.jpeg
Jagad Tani - Lele kerap dianggap sebagai ikan yang kuat dan mudah dibudidayakan. Namun anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Dalam praktik di lapangan, lele juga rentan terserang penyakit dan membutuhkan penanganan yang tepat sejak awal penebaran benih.
 
"Kalau kata orang lele itu ikan kuat, sebenarnya enggak juga sih. Lele itu juga sama mudah sakit juga dan juga makannya itu rakus," ungkap Deni selaku founder dari Father Farm, yang berlokasi di Puri Pamulang, Tangerang Selatan.
 
 
Menurutnya, benih lele yang baru datang sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke kolam pembesaran. Langkah penting yang perlu dilakukan adalah mengarantina benih selama 24 jam dengan diberikan antibiotik.
 
Proses karantina ini bertujuan untuk membersihkan benih dari bakteri maupun bibit penyakit yang berpotensi muncul dan menyebabkan kematian ikan di kemudian hari. Setelah proses karantina selesai, benih lele baru dipindahkan ke kolam pembesaran.
 
"Nah, selama 24 jam itu ngebersihin dari bakteri-bakteri atau bibit-bibit penyakit yang nantinya akan muncul gitu. Setelah dikarantina baru kita pindahin ke kolam pembesaran," tukasnya.
 
Melalui penerapan tersebut dalam waktu 2 bulan sampai 2,5 bulan untuk waktu masa panennya. Lele yang di hasilkan di Father Farm bisa sampai 500 kg atau 1/2 ton dalam satu kali masa panen.
 

Related News