Pemerintah Tetapkan Kuota Impor Daging Tahun 2026
Jagad Tani - Pembagian kuota pengadaan impor untuk ketersediaan daging sapi dan kerbau selama tahun 2026, telah ditetapkan.
"Ini kuota impor sapi, sudah keluar. Kita sudah keluarkan. Kemudian BUMN yang juga mendapat alokasi, itu wajib untuk melakukan stabilisasi harga," ungkap Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman.
Baca juga: Bayam Merah Sulit Dicari di Sejumlah Titik
Adapun jumlah kebutuhan daging konsumsi dalam setahun, yakni sebesar 794,3 ribu ton yang terdiri dari kebutuhan rumah tangga dan non-rumah tangga. Sehingga kegiatan impor daging, dinilai masih perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Untuk kuota impor sapi dan kerbau bakalan untuk kebutuhan konsumsi ialah sebanyak 700 ribu ekor. Ini diestimasikan setara dengan 189,7 ribu ton daging sapi dan kerbau. Selain itu, pelaku usaha swasta juga diberikan alokasi impor daging lembu sejumlah 30 ribu ton.
Melalui Proyeksi Neraca Pangan Daging Sapi dan Kerbau per 6 Januari 2026, ketersediaan stok daging sapi dan kerbau di awal 2026 masih terdapat 41,7 ribu ton. Ditambah proyeksi produksi dalam negeri setahun 421,2 ribu ton, serta pasokan daging dari pemotongan sapi dan kerbau bakalan 189,7 ribu ton. Total ketersediaan secara nasional bisa mencapai 949,7 ribu ton.
Selanjutnya, stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dalam bentuk daging sapi dan daging kerbau per 22 Januari 2026, masing-masing berada di angka 8 ribu ton dan 3 ribu ton. Rinciannya ID FOOD memiliki stok daging sapi dan kerbau total 11 ribu ton dan Perum Bulog 18 ton.
Menurut Amran, menjelaskan apabila terjadi gejolak harga dan pasokan daging sapi dan kerbau, maka pemerintah harus hadir di sana. Impor daging sapi dan kerbau yang dilakukan BUMN pun semata-mata untuk kepentingan rakyat Indonesia.
"Ingat, yang diimpor oleh BUMN, itu untuk rakyat. Bukan untuk konsumsi BUMN. Tapi untuk intervensi pasar. Kenapa? Kalau terjadi lonjakan harga, yang tanggung jawab siapa? Pemerintah. Karena kalau ada apa-apa, kita bisa intervensi," ucap tegas Amran.

