Produksi Kentang Kerinci Alami Lonjakan Hingga 18,2%
Jagad Tani - Produktivitas kentang di Kabupaten Kerinci pada tahun 2025 tercatat mengalami peningkatan sekitar 8,76%. Sebagai salah satu sentra penghasil kentang di Provinsi Jambi, hal ini mendorong kenaikan jumlah produksi dan pasokan di pasar.
Berdasarkan data Statistik Pertanian Hortikultura per 29 Januari 2026, produktivitas panen kentang di Kerinci pada tahun pada tahun 2024 alami peningkatan dari 16,7 ton per hektare menjadi 18,2 ton per hektare pada tahun 2025.
Baca juga: Produksi Padi NTB Dukung Serapan Gabah Nasional
Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci, Radium Halis, kondisi iklim sepanjang musim tanam 2025 dinilai mendukung budidaya sayuran umbi, termasuk kentang, sehingga sejumlah sentra produksi memasuki musim panen raya.
Adapun lokasi penanaman kentang di Kerinci tersebar ke beberapa kecamatan, seperti Kayu Aro Barat, Gunung Tujuh, Kayu Aro, dan Gunung Kerinci. Bahkan di sepanjang tahun 2025, produksi kentang Kerinci tercatat mencapai 131.387 ton dengan luas panen 7.212 hektare.
“Kita bersyukur produktivitas hasil panen saat ini bagus,” ungkap Halis, dalam keterangan resminya dikutip Minggu (31/01).
Menurutnya, pengembangan kawasan kentang Kerinci, melalui upaya perluasan akses pasar antar daerah dinilai perlu. Guna menjaga harga petani tetap menguntungkan.
Selain perluasan akses pasar, Halis menyatakan bahwa pihaknya tengah mengembangkan planlet kentang di Balai Benih Induk Kentang Kayu Aro sebagai penguatan hulu produksi.
“Nantinya di tempat tersebut akan menghasilkan benih kentang kelas G-nol dan akan kita bagikan ke petani penangkar,” tukasnya.

