• 6 February 2026

Teknologi Pertanian Bisa Menjadi Kunci Produktivitas Hortikultura

uploads/news/2026/02/teknologi-pertanian-bisa-menjadi-314602e09513306.jpeg

Jagad Tani - Penerapan teknologi pertanian, mulai dari laboratorium tanah keliling hingga sistem berbasis Internet of Things (IoT), bisa menjadi kunci dalam pengembangan hortikultura nasional agar semakin produktif.

Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis. Menurutnya, pemanfaatan teknologi berbasis data bertujuan agar kegiatan berkebun tidak lagi dilakukan secara konvensional, tapi juga melalui pendekatan yang bisa meningkatkan kualitas hasil dan mengefisiensi biaya produksi.

Baca juga: Produksi Padi NTB Dukung Serapan Gabah Nasional

“Salah satu yang dihadirkan adalah laboratorium tanah keliling. Dengan fasilitas ini, kandungan dan karakteristik tanah dapat diketahui secara langsung, sehingga kebutuhan pupuk bisa ditentukan secara tepat dan terukur,” ungkap Abdul Kharis.

Melalui teknologi uji tanah, ia menambahkan bahwa petani bisa memahami kondisi lahannya secara ilmiah. Dengan demikian, penggunaan pupuk dan sarana produksi lainnya dapat disesuaikan secara presisi, menghindari pemborosan, sekaligus menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Selain laboratorium tanah keliling, Abdul Kharis juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian, khususnya penggunaan Internet of Things (IoT) dan aplikasi pertanian berbasis digital.

“Untuk menghasilkan buah atau tanaman yang baik, teknologi juga harus hadir melalui pemanfaatan IoT. Saat ini sudah ada beberapa aplikasi yang memungkinkan pengelolaan kebun dilakukan secara lebih akurat dan efisien, dan ini perlu kita dorong penerapannya,” sambungnya.

Integrasi antara teknologi uji tanah, IoT, dan aplikasi pertanian, dinilai mampu mendorong terwujudnya sistem pertanian hortikultura modern yang berbasis data. Sehingga bisa meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, serta ketepatan pengambilan keputusan di tingkat petani.

"Tujuan utama penerapan teknologi pertanian bukan semata peningkatan produksi, melainkan memastikan bahwa aktivitas berkebun memberikan dampak ekonomi nyata bagi petani. Teknologi pertanian yang tepat akan meningkatkan nilai tambah hasil kebun dan memastikan pertanian benar-benar menjadi sumber kesejahteraan bagi petani,” pungkasnya.

Related News