5 Tanaman Pertanian yang Tumbuh di Greenland
Jagad Tani - Meskipun dikenal sebagai negeri es dengan lebih dari 80 % permukaan daratannya tertutupi es, Greenland, yang saat ini menjadi sorotan Geopolitik Global, ternyata bisa ditanami oleh sejumlah tanaman pertanian.
Di beberapa wilayah bagian selatan, seperti Qaqortoq, Narsaq, dan sekitar fjord selatan, di mana masyarakatnya telah mengembangkan berbagai tanaman pertanian yang bisa bertahan pada musim tumbuh yang singkat dan suhu yang rendah. Berikut merupakan tanaman yang ditanam di Greenland:
Baca juga: Perubahan Geopolitik Suriah Dongkrak Ekspor Pangan Turki
1. Kentang (Potato)
Kentang merupakan salah satu tanaman paling sukses di Greenland, terutama di sekitar Qaqortoq. Karena tahan terhadap suhu rendah dan dapat dipanen dalam musim tumbuh pendek, kentang telah menjadi komoditas yang paling banyak ditanam secara lokal untuk konsumsi domestik.
2. Kubis dan Sayuran Berdaun (Cabbage & Leafy Greens)
Di beberapa area di selatan Greenland, petani menanam kubis dan sayuran berdaun lainnya seperti selada, dan kale. Sayuran ini bisa tumbuh selama musim panas yang singkat, terutama bila dilindungi oleh metode tanam seperti mulsa atau rumah kaca sederhana.
3. Stroberi dan Buah Beri (Strawberries & Berries)
Stroberi lokal dan berbagai jenis beri, termasuk crowberries dan blueberry liar, dapat tumbuh di musim panas Greenland. Mereka sering ditanam di kebun kecil dan terkadang di bawah perlindungan penutup film untuk mempercepat pertumbuhan.
4. Sayuran Cruciferous (Broccoli, Cauliflower)
Tanaman seperti brokoli, dan kembang kol juga mulai ditanam di beberapa pertanian di selatan Greenland. Walaupun hasilnya tidak semelimpah di iklim hangat, jenis sayuran ini tahan terhadap kondisi yang lebih dingin dibandingkan banyak tanaman tropis.
5. Rumput Pakan dan Fodder (Grasses & Hay)
Selain tanaman konsumsi manusia, para petani juga menanam rumput pakan sebagai sumber pakan ternak, khususnya domba. Rumput untuk pakan ini penting dalam mendukung usaha peternakan di daerah yang memiliki tanah subur terbatas.
Kondisi pertanian di Greenland terbatasi oleh iklim Arktik yang keras dengan rentang waktu musim tanam yang singkat. Lahan pertanian yang tersedia juga hanya sebagian kecil di wilayah pesisir selatan, di mana iklim sedikit lebih hangat dan musim tumbuh bisa berlangsung lebih lama.
Selain itu, banyak petani mulai memanfaatkan teknik pertanian terkendali seperti rumah kaca dan sistem hidroponik untuk memperpanjang musim tanam dan menanam sayuran yang lebih sensitif terhadap cuaca.
Walaupun pertanian Greenland hanya menyumbang sebagian kecil dari kebutuhan pangan negerinya, tanaman-tanaman tersebut tentu memberi harapan terhadap ketahanan pangan lokal dan mempunyai peluang untuk pengembangan budidaya baru di tengah perubahan iklim.

