Riuh Rendah JKTGO Crazy Coffee Festival 2026
Jagad Tani - JKTGO Crazy Coffee Festival 2026 sukses digelar mulai 30 Januari hingga 1 Februari 2026 di BXC Mall 2, Tangerang Selatan. Festival kopi yang menghadirkan lebih dari 32 brand kopi dan F&B ini dikurasi oleh JKTGO bekerja sama dengan Poros Kopi, dan berhasil menarik perhatian pecinta kopi dari berbagai wilayah.
Ihwanul Musthofa, yang akrab disapa Thofa, berperan sebagai runner dalam festival ini, menjelaskan tujuan diadakannya acara ini di Tangsel.
Baca juga: Semarak Durian Party di Budi Luhur University
“Sebetulnya ini tahun pertama kita ngadain di Tangsel, padahal basicnya kita tinggal di Bintaro. Kalau berbicara acara di Bintaro, biasanya kami menggelar Bintaro Coffee Festival yang baru dua kali, tapi baru tahun ini bisa masuk ke mall,” ujarnya saat ditemui Minggu siang (01/02).
Thofa menambahkan, jika keberhasilan ini tak lepas dari kolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga festival bisa digelar di pusat perbelanjaan seperti BXC Mall.
“Setelah lima tahun, akhirnya kita bisa ngadain acara di mall. Ini benar-benar upgrade dari sebelumnya, dengan adanya kompetisi dan kualitas acara yang lebih baik,” tambahnya.
Festival ini menghadirkan beragam metode seduh kopi dan menu kreatif yang merepresentasikan perkembangan budaya kopi di Indonesia. Pengunjung dapat menyaksikan langsung proses penyajian kopi menggunakan mesin dan grinder profesional yang disediakan oleh mitra peralatan resmi. Kehadiran perangkat ini memastikan standar penyajian kopi sesuai dengan standar specialty.
Selama tiga hari acara, antusiasme pengunjung begitu tinggi.
“Kaget sejujurnya, kami nggak menyangka dalam satu hari bisa lakuin sampai 2.000 produk. Makanya kita bener-bener kayak keteteran sih sejujurnya. Di espresso bar, biasanya cukup satu orang, tapi ketika ramai kami sampai harus menambah menjadi dua atau tiga orang. Benar-benar crazy, seperti namanya,” ujar Thofa.
Festival ini juga menjadi ajang untuk memahami pasar kopi di Bintaro dan Tangsel, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pelaku industri kopi lokal. Bang Tova berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih sering di masa depan.
“Harapannya kita bisa mengadakan minimal setahun sekali di Bintaro, dan semoga banyak kolaborator lain yang bisa ikut meramaikan serta meningkatkan kualitas acara,” tutupnya.

