Ciri Khas Burung Perkutut Majapahit
Jagad Tani - Pasar Burung Pramuka berlokasi di Matraman, Jakarta Timur, dan masih menjadi rujukan para penghobi burung, termasuk bagi pencari burung perkutut dengan corak khusus. Salah satu jenis yang kerap menarik perhatian pembeli adalah Perkutut Majapahit, yang dikenal memiliki warna bulu khas.
Wahab Adi Saputra, salah seorang penjaga Kios Abu di Pasar Burung Pramuka, menjelaskan bahwa Perkutut Majapahit memiliki ciri utama pada warna bulunya yang dominan gelap dengan bagian tertentu berwarna putih.
Baca juga: Kantong Semar Hibrida Alami Ditemukan di Kalimantan
“Ini warna Perkutut Majapahit, yang hitam ini. Cuma pantatnya putih,” ujar Wahab.
Menurutnya, warna hitam pekat yang berpadu dengan warna putih di bagian pantat menjadi penanda utama jenis Majapahit. Ciri ini membedakannya dari perkutut biasa yang umumnya memiliki warna abu-abu atau cokelat.
“Kalau Majapahit itu warnanya kayak hitam tapi pantatnya agak putih. Pantatnya putih. Dia termasuk katuranggan,” jelas Wahab.
Dalam tradisi perkutut, istilah katuranggan merujuk pada penilaian tertentu terhadap burung berdasarkan ciri fisik, yang kerap dikaitkan dengan nilai estetika maupun filosofi tersendiri di kalangan penghobi.
Untuk harga, Wahab menyebut Perkutut Majapahit di kiosnya dijual dengan banderol yang masih terjangkau. “Harganya Rp250.000 per ekor,” tukasnya kepada tim Jagad Tani.

