• 25 February 2026

Bapanas Temukan Bundling Minyakita di Pasar Kalsel

uploads/news/2026/02/bapanas-temukan-bundling-minyakita-589948df08cbd39.jpeg

Jagad Tani - Guna memperkuat pengawasan harga dan distribusi pangan daerah, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Direktorat Distribusi dan Cadangan Pangan (DCP) melakukan pemantauan harga pangan di sejumlah pasar tradisional di Provinsi Kalimantan Selatan.

Lokasi pemantauan dilakukan di Pasar Antasari dan Pasar Kalindo, Kota Banjarmasin, serta Pasar Keraton, Kabupaten Tapin. Dalam pemantauan tersebut, ditemukan adanya praktik bundling Minyakita dengan minyak goreng premium oleh pemasok, yang berdampak pada tidak terpenuhinya Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat pedagang eceran.

Baca juga: Gubernur Sherly Harapkan Nelayan Maluku Utara Mandiri

“Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan harga pangan strategis tetap terkendali dan distribusinya berjalan lancar. Ketika ditemukan adanya kendala di lapangan, kami langsung melakukan langkah korektif bersama para pemangku kepentingan,” ungkap Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Bapanas melalui Perum BULOG langsung menyalurkan Minyakita ke pedagang di Pasar SP2KP Antasari dan Kalindo dengan harga jual ke konsumen Rp15.700 per liter.

“Kami tidak menunggu lama. Hari ini juga kami minta BULOG melakukan pasokan langsung Minyakita agar masyarakat bisa memperoleh minyak goreng sesuai HET. Ke depan, penyaluran ini akan diperluas ke pasar-pasar SP2KP di kabupaten lain,” terang Rachmi.

Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, harga beras SPHP di Kota Banjarmasin tercatat di kisaran Rp65.500 per 5 kilogram, telur ayam Rp31.000 per kilogram, dan gula pasir Rp17.500 per kilogram. Sementara itu, harga cabai rawit merah masih relatif tinggi di beberapa pasar.

Di Kabupaten Tapin, pemantauan di Pasar Keraton menunjukkan harga beras SPHP berada di Rp60.000 per 5 kilogram, Minyakita Rp18.000 per liter, serta daging sapi segar mencapai Rp160.000 per kilogram. 

“Stabilisasi pangan membutuhkan sinergi pusat dan daerah. Bapanas akan terus hadir di lapangan, memperkuat pengawasan, dan memastikan intervensi pemerintah tepat sasaran,” pungkasnya. 

 

Related News