Ekspor 2.280 Ton Beras Haji ke Arab
Jagad Tani - Kebijakan ekspor beras dalam konteks perubahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Keamanan Pangan, akhirnya disampaikan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan melalui rencana ekspor Beras Haji Tahun 2026 yang diusulkan oleh Perum Bulog dengan target awal pengiriman sebanyak 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi.
Adapun waktu pengiriman, akan dilakukan pada minggu ketiga Februari 2026, sesuai dengan permintaan yang telah disepakati. Lewat pembahasan Rakortas tersebut mencakup kesiapan regulasi, teknis produksi, mekanisme ekspor, serta dukungan lintas kementerian dan lembaga dalam pelaksanaan ekspor Beras Haji.
Baca juga: Segini Harga Anakan Ayam Joper Pasar Gembrong
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa beras yang akan diekspor menggunakan spesifikasi premium dengan standar mutu tinggi. Bahkan proses produksi beras premium untuk ekspor telah berjalan, termasuk pengujian laboratorium, sertifikasi halal, penyiapan kemasan, serta penjajakan mitra forwarder untuk pengiriman ke Jeddah, Arab Saudi.
“Kami diminta menyiapkan beras premium dengan tingkat pecahan hanya 5% dan kadar air 14%, bahkan di bawah 14%. Ekspor beras haji ini bukan sekadar harga atau nominal, melainkan harga diri bangsa. Ini adalah simbol kemandirian pangan dan kebanggaan nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa keputusan ekspor beras ke Arab Saudi merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan jamaah haji sekaligus wujud keberhasilan Indonesia dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
“Seiring dengan adanya program pemerintah dalam meningkatkan pelayanan jemaah haji, hari ini kita menyepakati berasnya dari kita. Jadi jemaah haji 2026 bisa mengonsumsi beras Indonesia,” ucap Zulhas.

