• 16 February 2026

Petani Mojorembun Untung Rp30 Juta per Hektare

uploads/news/2026/02/petani-mojorembun-raup-untung-717546831d85996.jpeg

Jagad Tani - Pemanfaatan kemajuan teknologi pertanian membuahkan hasil manis bagi petani di Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. Pada panen raya padi yang digelar Kamis (12/02) lalu, petani setempat mencatat keuntungan hingga sekitar Rp30 juta per hektare, dalam satu musim tanam.

"Panen kali ini memanfaatkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) modern. Mulai dari combine harvester, transplanter roda empat, hingga drone yang digunakan untuk penyemprotan pupuk dan pestisida," ungkap Karyono selalu Ketua Kelompok Tani Budi Luhur Desa Mojorembun, dalam keterangan tertulisnya di Diskominfo Jateng, dikutip Minggu (15/02).

Bahkan lewat modernisasi alsintan tersebut, dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas hasil panen. Disampaikan bahwa produksi padi dalam satu hektare mencapai 6.700 kilogram. Dengan harga gabah kering panen (GKP) Rp7.100 per kilogram, maka total pendapatan kotor petani mencapai Rp47.570.000.

“Biaya produksi satu hektare sekitar Rp17.512.000. Setelah dikurangi biaya tersebut, petani memperoleh keuntungan Rp30.038.000. Alhamdulillah, petani modern sekarang penghasilannya bisa setara sekitar Rp7,5 juta per bulan,” sambungnya.

Adapun Bupati Rembang, Harno mengaku senang melihat pencapaian tersebut. Menurutnya, tingginya hasil produksi dan harga jual gabah tak lepas dari konsistensi pemerintah, dalam mendorong modernisasi pertanian melalui bantuan alsintan.

“Saya yakin, ke depan semua desa akan tercukupi kebutuhan alsintannya, karena setiap tahun pemerintah memberikan bantuan. Saya minta alsintan yang sudah diberikan dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Harno juga menanggapi usulan petani terkait normalisasi jaringan irigasi di desa setempat. Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun pemerintah pusat, agar penanganan irigasi dapat direalisasikan melalui skema kolaborasi pendanaan.

“Mana yang bisa ditangani daerah akan kita ambil. Kalau bisa masuk provinsi, kita dorong ke provinsi. Kalau pusat yang bisa masuk, kita kolaborasi,” pungkasnya.

Related News