Otoritas India Temukan McDonald’s Berbahan Tidak Layak
Jagad Tani - Berdasarkan temuan dari otoritas keamanan pangan India, gerai McDonald's di Jaipur, Rajasthan, diberikan peringatan keras, setelah inspeksi yang menemukan minyak goreng tak layak konsumsi dan tomat busuk di ruang penyimpanan.
Saat inspeksi, didapati sekitar 40 liter minyak yang digunakan berulang kali hingga tidak layak pakai. Hal ini tentu mencoreng reputasi salah satu jaringan restoran global terbesar tesebut di India.
Mengutip dari Reuters, Selasa (17/02), pejabat keamanan pangan setempat, Sushil Chotwani mengatakan, praktik tersebut melanggar standar keamanan pangan. Petugas pun langsung menyita sampel minyak untuk diuji lebih lanjut di laboratorium.
Baca Juga: Paket Ayam Petelur Dorong Kemandirian Ekonomi KPM
Peringatan resmi telah dilayangkan kepada pengelola gerai pada Senin (09/02) lalu. Manajemen diberi waktu 14 hari untuk memperbaiki praktik operasional, atau menghadapi tindakan lanjutan yang lebih tegas.
Pihak otoritas juga memastikan inspeksi akan diperluas ke gerai-gerai lain di kota tersebut dan memberikan sinyal bahwa regulator tidak ingin kasus serupa terulang, apalagi melibatkan merek global.
Connaught Plaza Restaurants selaku pemegang waralaba McDonald’s untuk India Utara dan Timur menyatakan bekerja sama dengan otoritas setempat, dan kooperatif dalam menerapkan standar global McDonald’s yang ketat.
Praktik pelanggaran serta pemalsuan bahan pangan memang kerap terjadi di India, namun insiden pada merek multinasional papan atas seperti McDonald's jarang terjadi. Sehingga kasus ini berpotensi memicu pengawasan lebih luas terhadap standar keamanan pangan di berbagai jaringan restoran cepat saji besar lainnya di negara tersebut.
Tentu bagi para investor dan pelaku industri, insiden ini menjadi sebuah pengingat bahwa ekspansi usaha juga harus dibarengi dengan pengawasan kualitas yang ketat.
Di tengah persaingan industri restoran cepat saji yang semakin sengit, sehingga kesalahan dalam standar operasional bisa berdampak pada kepercayaan konsumen.

