• 25 February 2026

Paket Ikan Segar Untuk Tingkatkan Gizi Stunting

uploads/news/2026/02/6-200-paket-ikan-sasar-43143df6bffd01f.jpeg

Jagad Tani - Sebanyak 350 paket ikan tambahan, dialokasikan untuk masyarakat dengan kategori stunting oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung. Langkah ini melengkapi 200 paket pencegahan stunting dan peningkatan gizi untuk warga Badung sepanjang tahun 2026.

"Tambahan lagi, kami siapkan penyaluran 350 paket untuk penanganan masyarakat yang sudah dikategorikan stunting. Paket ini akan disalurkan setiap bulan selama satu tahun," ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, Rabu (18/02).

Baca juga: Arab Saudi Salurkan Kurma Ramadhan Untuk Indonesia

Melalui program yang bertajuk Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) ini, kelompok yang disasar yakni kelompok rentan mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita. Adapun total paket olahan ikan yang akan didistribusikan mencapai 6.200 paket dalam setahun.

"Total ada 6.200 paket dari pembagian 200 paket selama 10 kali dan 350 paket selama 12 kali. Penentuan para penerimanya kami melibatkan Dinas Kesehatan serta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Badung," sambungnya.

Adapun ikan yang dibagikan tersebut berasal dari hasil budidaya lokal dan bibitnya dipasok oleh UPTD Perbenihan Ikan Air Tawar di Desa Baha, Kecamatan Mengwi. Menurutnya, Pemkab Badung juga memberikan subsidi pakan kepada para pembudidaya untuk memastikan ketersediaan stok pangan.

"Ikannya itu dipelihara oleh pembudidaya dan kami subsidi juga dalam bentuk pakan meskipun belum semuanya. Kalau sudah besar, kami ambil lagi melalui kerja sama dengan kelompok pengolah dan pemasar di Desa Kekeran untuk menyiapkan paketnya," terangnya.

Untuk jenis olahan ikan yang disalurkan pada program tahun yakni berupa ikan nila, ikan lele, dan abon tuna. 

"Kami harap masyarakat tidak hanya mengonsumsi ikan saat ada pembagian dari pemerintah saja, tetapi jadi pola makan sehari-hari. Kami hanya menstimulus supaya kesadaran konsumsi ikan naik terus," tukas Suardana.

Related News