Mengenal Jenis Entok Mocca Mata Merah
Jagad Tani - Di tengah berkembangnya usaha peternakan unggas alternatif, entok mocca mata merah mulai menarik perhatian peternak karena nilai ekonomi dan keunikannya. Salah satu peternak yang menekuni jenis ini adalah Mulyadi, peternak entok di Kelurahan Kreo, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten.
Mulyadi mengungkapkan, pilihannya beralih ke entok mocca mata merah didasari pertimbangan operasional yang dinilai cukup baik. Dari sisi tenaga dan pakan, kebutuhan entok ini relatif sama dengan jenis entok lainnya.
Baca juga: Arang Tempurung Awunio Ekspor Perdana ke China
“Secara operasionalnya baik, dari segi tenaga dan makanan itu sama,” ujarnya.
Awalnya, Mulyadi belajar beternak entok dari jenis umum seperti rambon dan dragon. Setelah itu, ia mencoba entok peningkatan seperti entok silver. Namun, setelah berdiskusi dengan rekan-rekan peternak di Blitar, muncul ide untuk mencoba beternak entok Z1, yakni entok mocca mata merah.
Menurutnya, beternak entok memiliki karakter usaha yang berbeda jika dibandingkan beternak bebek. Sebab telurnya tidak diperuntukkan untuk konsumsi, melainkan untuk menghasilkan anakan atau entok muda yang memiliki nilai jual tinggi.
“Kalau entok, telurnya tidak dijual. Yang kita jual itu anakannya atau yang sudah umur tiga bulan ke atas. Kalau telur dijual justru rugi,” jelasnya.
Untuk entok mocca mata merah, Mulyadi menyebut harga jualnya tergolong fantastis. Entok berumur sekitar tiga bulan bisa mencapai Rp5 juta per ekor. Sementara untuk indukan, harganya bisa menembus Rp15 juta per ekor.
Namun tingginya harga tersebut, membuat belum banyaknya peternak yang berani menekuni entok jenis ini. Selain biaya awal yang besar akibat harga bibit yang mahal, risiko penyakit juga menjadi tantangan serius.
“Salah satu yang paling ditakuti peternak itu virus, apalagi saat cuaca ekstrem seperti musim hujan. Virusnya sangat menular, terutama virus mata biru,” ungkapnya.
Adapun jenis entok mocca mata merah ini memiliki sejumlah ciri khas yang membedakannya dari entok biasa, antara lain mempunyai mata berwarna merah sesuai namanya, serta berbulu dominan cokelat mocca dengan gradasi halus. Postur tubuhnya yang besar dengan pertumbuhan yang relatif cepat, sehingga bernilai jual tinggi.
Berdasarkan keunikan dan nilai ekonominya tersebut, tentunya entok mocca mata merah dinilai memiliki potensi besar sebagai komoditas unggas premium. Namun, dibutuhkan modal, manajemen kesehatan, serta ketelatenan tinggi agar usaha ini dapat berjalan berkelanjutan dan menguntungkan bagi peternak.

