Pasar Induk Kramat Jati Tambah Pasokan Cabai
Jagad Tani - Sebanyak 1,7 ton cabai rawit merah kembali dikirim ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) guna menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan harga cabai rawit merah di tingkat konsumen, sehingga harganya bisa tetap stabil selama Ramadan.
Muhammad Agung Sunusi, selaku Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian (Kementan), menjelaskan jika PIKJ akan terus menerima pasokan cabai rawit merah dari sentra produksi champion cabai yang telah dibangun Kementan di berbagai daerah.
Baca juga: Segini Harga Sembako di Pasar Angso Duo
“Pasokan ke PIKJ akan terus kami jaga. Champion cabai di sentra produksi siap mengirimkan cabai rawit merah secara berkelanjutan agar kebutuhan masyarakat selama Ramadan tetap terpenuhi,” ungkap Agung dalam keterangannya, dikutip Selasa (24/02).
Menurutnya, harga cabai rawit merah yang disuplai oleh champion cabai ditentukan di kisaran Rp50.000 per kilogram. Agar harga tetap terjangkau di tingkat konsumen, Fasilitasi Distribusi Pangan-Bapanas diberikan subsidi biaya transportasi dari sentra produksi ke PIKJ, sehingga harga tertinggi di tingkat konsumen diharapkan tidak melebihi Rp65.000 per kilogram.
Lebih lanjut, Agung menjelaskan bahwa Cabai rawit putih berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, cabai keriting hijau Rp25.000 per kilogram, cabai besar merah Rp40.000 per kilogram, dan cabai keriting merah Rp50.000 per kilogram.
"Dari seluruh jenis cabai tersebut, hanya cabai rawit merah yang mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir," sambungnya.
Kenaikan harga cabai rawit merah di awal Ramadan dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi di sejumlah sentra produksi. Intensitas hujan yang meningkat menyebabkan aktivitas pemetikan tidak dapat dilakukan secara optimal, sehingga pasokan sempat tertahan.
“Curah hujan tinggi membuat petani tidak bisa melakukan pemetikan optimal. Ditambah peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Ramadan, menyebabkan harga sempat naik. Namun dengan intervensi distribusi ini, kami optimistis harga segera stabil,” tukas Agung.

