• 3 March 2026

Harga Komoditas Pangan di Bulan Ramadhan

uploads/news/2026/02/harga-komoditas-pangan-di-24324e986e9fc7d.jpg

Jagad Tani - Berdasarkan data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) di awal Maret 2026, mayoritas harga rata-rata komoditas pangan masih berfluktuasi.

Untuk komoditas beras, rerata harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tercatat Rp12.167 per kg di Zona 1, Rp12.685 per kg di Zona 2, dan Rp13.214 per kg di Zona 3. Masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) di rentang Rp12.500 sampai Rp13.500/kg. 

Baca juga: Pasar Murah Ramadan Sumenep, Lebih Murah 20-25%

Pada komoditas protein hewani, telur ayam ras berada di Rp 31.229 per kg (naik 4,1%) dari Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen yakni, Rp30.000 per kg. Harga daging ayam ras tercatat Rp40.878 per kg (naik 2,63%) dari HAP Rp40.000 per kg. Adapun rerata harga daging sapi murni justru mengalami penurunan menjadi Rp138.512 per kg dari HAP Rp140.000 per kg.

Sedangkan untuk komoditas hortikultura menunjukkan kenaikan, khususnya cabai rawit merah rata rata nasional berada di level Rp72.251 per kg, yang melampaui rentang HAP nasional Rp40.000 hingga Rp57.000 per kg. 

Rerata harga cabai merah keriting, cabai merah besar, bawang merah, dan bawang putih masih berada dalam rentang kewajaran HAP nasional. Namun rerata harga bawang putih untuk Indonesia timur dan daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Pedalaman (3TP) menjadi perhatian serius pemerintah untuk penstabilannya.

Sementara itu, untuk komoditas minyak goreng, rerata harga nasional Minyakita tercatat di beberapa daerah tercatat masih di atas HET Rp. 15.700 per liter. Minyak goreng kemasan rata rata berada di level Rp 21.216 per liter dan minyak goreng curah Rp 17.774 per liter. 

"Untuk Minyakita terus kami pantau dan kami kejar supaya ke hulunya (stabil), mulai tingkat produsen, distributor sampai kepada tingkat pengecer," ungkap Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy dalam keterangan tertulisnya.

Di sisi lain, jagung pakan peternak Rp 6.919 per kg masih di atas HAP Rp 5.800 per kg. Sementara kedelai biji kering impor justru turun menjadi Rp 10.934 per kg dari HAP Rp 12.000 per kg.

Adapun Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa kenaikan harga saat ini bersifat terbatas pada beberapa komoditas tertentu saja dan tidak mencerminkan kondisi lonjakan harga pangan secara umum. 

"Pemerintah terus melakukan pengawasan melalui Satgas Saber pelanggaran pangan, bahkan sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Amran Sulaiman, tim kami terus ada di lapangan untuk memantau dan mengawasi pasokan dan harga pangan,"  tukas Ketut.

Related News