Pilih Bebek Hibrida dan Peking Karena Perputarannya
Jagad Tani - Setiap orang yang terjun ke dalam dunia bisnis pasti menginginkan sebuah keuntungan, agar usahanya bisa terus berjalan dengan harapan perputaran modal bisa kembali dengan cepat.
Begitu pula dengan yang dilakukan oleh Suhendar, seorang pemilik peternakan bebek Mina Alam Lestari. Dalam beternak bebek ia lebih memilih Bebek Peking dan Bebek Hibrida.
Baca juga: Rahasia Ikan Mas Koki Sehat dan Cerah
"Kenapa saya pilih bebek hibrida dan bebek peking, ini memang cepat perputaran panennya cepat," ungkap Suhendar saat ditemui oleh tim Jagad Tani di lokasi peternakannya di Dramaga, Kabupaten Bogor.
Menurutnya untuk masa panen dalam satu kali perputaran hanya dibutuhkan waktu 40 hari per satu kali panen, dengan capaian bobot minimal mulai dari 1,9 kg per ekor sampai bobot maksimalnya mencapai 2,4 kg.
"Kalau dihitung 40 hari panen, itu berarti dalam setahun bisa panen 8 sampai 9 kali panen. Jadi, makanya saya pilih peternakan bebek yang hibrida dengan peking karena itu perputarannya cepat," tukasnya.
Mantan Staff Khusus Wakil Bupati Kabupaten Bogor pada periode Rahmat Yasin dan H. Karyawan Faturahman ini menjelaskan bahwa dengan harga bebek yang mencapai Rp25.000 per kg, maka Per 1000 ekor minimal keuntungan yang didapat yakni Rp4,5 juta.
"Berdasarkan dari analisa saya itu minimal Rp4,5 juta sampai Rp5 juta keuntungan per 1000 ekor," tukasnya.

