• 1 March 2026

Tiga Fakta Unik Pertanian Pakistan dan Afghanistan

uploads/news/2026/03/tiga-fakta-unik-pertanian-606820abf67a6f6.jpg

Jagad Tani - Sektor pertanian masih menjadi salah satu tulang punggung ekonomi bagi kedua negara Asia Selatan berikut, yaitu Pakistan dan Afghanistan.

Di balik berbagai tantangan seperti perubahan iklim dan keterbatasan infrastruktur, kedua negara ini justru menyimpan sejumlah sejumlah fakta unik yang perlu kita ketahui nih Sahabat Tani. Apakah itu, simak tiga ulasan singkat tentang fakta unik berikut:

Baca juga: Aktivitas Pedagangan Pasar Gambir Sumut Kembali Pulih

1. Pakistan, Rumah Beras Basmati Dunia

Pakistan memang dikenal sebagai salah satu produsen utama beras basmati dunia, yang memiliki aroma khas dan nilai ekspor tinggi. Beras basmati Pakistan banyak diekspor ke Timur Tengah, Eropa, dan Amerika Utara.

Selain beras, Pakistan juga termasuk produsen kapas terbesar dunia yang menopang industri tekstil, sektor ekspor andalan dari negara tersebut. Pertanian menyumbang sekitar seperlima Produk Domestik Bruto (PDB) Pakistan dan menyerap sebagian besar tenaga kerja pedesaan.

2. Afghanistan, Produsen Saffron Berkualitas Tinggi

Di tengah citra konflik dan ketergantungan masa lalu pada opium, negara Afghanistan justru berkembang sebagai salah satu produsen saffron berkualitas premium. Rempah bernilai tinggi ini dibudidayakan terutama di Provinsi Herat dan telah beberapa kali meraih pengakuan kualitas di pasar internasional.

Selain saffron, Afghanistan juga terkenal dengan produk pertaniannya yang berupa buah kering seperti kismis, almond, serta pistachio yang menjadi salah satu komoditas ekspor penting ke Asia Selatan dan Timur Tengah.

3. Ketergantungan Tinggi pada Irigasi dan Iklim

Untuk menjaga produktivitas lahan, kedua negara tersebut tentu akan sangat bergantung pada sistem irigasi. Pakistan mengandalkan Sistem Irigasi Cekungan Indus sebagai salah satu jaringan irigasi terbesar di dunia untuk mengairi jutaan hektare sawah dan ladang gandum.

Sementara itu, pertanian di Afghanistan lebih banyak bergantung pada curah hujan musiman dan sistem irigasi tradisional, sehingga rentan terhadap kekeringan. Perubahan iklim dalam beberapa tahun terakhir semakin mempertegas pentingnya modernisasi teknologi pertanian di kedua negara.

Meski menghadapi berbagai tantangan, negara Pakistan dan Afghanistan justru tetap menjadikan sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan, sumber lapangan kerja, serta penyumbang devisa melalui ekspor komoditas unggulan.

Related News