Minyak Cengkeh Untuk Lindungi Ekosistem dari Aligator
Jagad Tani - Pemusnahan ikan alligator oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul dilakukan dengan metode menuangkan minyak cengkeh ke dalam kolam yang berisi tujuh ikan alligator hasil pengamanan. Penggunaan minyak cengkeh dinilai sebagai salah satu cara efektif dan terkendali dalam proses pemusnahan ikan invasif.
Ikan alligator tersebut merupakan hasil pengawasan dan pengamanan yang dilaksanakan selama periode Juli hingga Desember 2025. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Istriyani, menjelaskan bahwa keberadaan ikan alligator sebagai spesies asing invasif berpotensi membahayakan kelestarian ekosistem perairan.
Baca juga: Tiga Fakta Unik Pertanian Pakistan dan Afghanistan
“Pemusnahan ikan asing invasif ini bertujuan untuk mencegah penyebaran dan perkembangan spesies tersebut di perairan umum daratan Kabupaten Bantul,” ujar Istriyani di Aula Balai Benih Ikan (BBI) Barongan, Ngentak, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (27/02).
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko pelepasliaran spesies asing invasif. Selain itu, langkah ini sekaligus memastikan penegakan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perikanan berjalan tertib dan akuntabel.
Pengawasan terhadap peredaran spesies asing invasif dilakukan melalui patroli lapangan, monitoring toko ikan hias, pemantauan peredaran ikan hias di media sosial, serta penelusuran informasi dari masyarakat, dalam upaya melindungi kelestarian sumber daya ikan lokal dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Sementara itu, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, memberikan apresiasi kepada jajaran dinas dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengawasan serta pengamanan spesies invasif tersebut.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam memelihara ikan eksotik. Jangan sampai karena ketidaktahuan atau kelalaian, ikan-ikan tersebut dilepasliarkan ke perairan umum dan menimbulkan kerusakan jangka panjang,” tegas Aris.

