Harga Patokan Ekspor Kakao Anjlok 30,44%
Jagad Tani - Pemerintah menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao periode 1-31 Maret 2026 sebesar USD 3.722 per metrik ton (MT). Angka tersebut turun 30,44% atau USD 1.628 dibandingkan periode sebelumnya pada 1-28 Februari 2026.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tommy Andana mengatakan, penurunan HPE sejalan dengan merosotnya Harga Referensi (HR) biji kakao pada periode yang sama.
Baca juga: Pisang Kepok Sumatra Utara Tembus Pasar Malaysia
HR biji kakao Maret 2026 ditetapkan sebesar USD 4.047,45 per metrik ton (MT). Penurunan ini dipengaruhi turunnya permintaan global yang tidak diimbangi peningkatan pasokan.
“Turunnya HR dan HPE biji kakao dipengaruhi turunnya permintaan yang tidak diimbangi peningkatan pasokan seiring membaiknya produksi di negara produsen utama seperti Pantai Gading,” ujar Tommy dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (02/03).
Penetapan Bea Keluar (BK) biji kakao periode 1-31 Maret 2026 merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 38 Tahun 2024 juncto PMK Nomor 68 Tahun 2025, dengan tarif sebesar 7,5%.
Sementara itu, Pungutan Ekspor (PE) biji kakao untuk periode yang sama juga ditetapkan sebesar 7,5%, sesuai PMK Nomor 69 Tahun 2025.
Ketentuan mengenai HR dan HPE tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 373 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar dan tarif layanan BLU.

