• 8 March 2026

Persian Canary (Rasmi), Kenari Panjang Asal Iran

uploads/news/2026/03/persian-canary-rasmi-kenari-963741de3afb985.jpg

Jagad Tani - Burung kenari jenis Persian Canary atau dikenal dengan nama Rasmi, ternyata banyak disukai oleh para pecinta burung di Indonesia. Kenari yang berasal dari Iran ini dikenal memiliki ukuran tubuh lebih panjang dari ukuran kenari biasa, serta mempunyai karakter suara yang kuat, sehingga banyak dijadikan burung kontes.

Muptek dari Pusat Kenari Yorkshire Salatiga atau Muptek Bird Canary menjelaskan bahwa istilah Persian Canary sebenarnya merujuk pada kenari yang berasal dari Iran.

Baca juga: Tips Memilih Puter Pelung Ala Tarik BF

“Persian Canary itukan istilah latin yang sudah lama dipakai. Cuma kalau bahasa bakunya sebenarnya disebut rasmi, dan itu memang burung kenari asli dari Iran yang kemudian dibawa ke Indonesia,” ungkap Muptek saat dihubungi oleh Jagad Tani via telpon Rabu (04/03).

Menurutnya, ciri paling mencolok dari kenari rasmi adalah ukuran tubuhnya yang lebih panjang dibandingkan kenari pada umumnya. Burung ini memiliki panjang tubuh sekitar 20 hingga 22 sentimeter yang diukur dari kepala hingga ujung ekor.

“Yang membedakan paling utama ya panjang burungnya. Kenari rasmi yang beredar di Indonesia rata-rata panjangnya sekitar 20 sampai 22 sentimeter dari kepala sampai ekor,” ujarnya.

Selain itu, bentuk ekor burung ini juga terlihat lebih panjang jika dibandingkan dengan kenari biasa. Meski demikian, dari segi warna, kenari rasmi tidak berbeda jauh dengan kenari lainnya.

“Kalau warna sebenarnya sama saja, ada yang kuning, putih, hijau, sampai star blue. Yang identik dari rasmi ya memang dari panjangnya,” jelasnya.

Di Indonesia, kenari rasmi memiliki peminat cukup tinggi karena dinilai memiliki kualitas suara yang baik. Burung ini dikenal memiliki volume suara yang kuat serta karakter kicauan yang panjang sehingga sering dijadikan burung lomba.

“Rasmi ini bisa dibilang paket lengkap. Power suaranya ada, volumenya juga kencang, dan rata-rata dipelihara untuk lomba. Pecinta burung ini liar biasa istimewa, dan banyak yang nyari,” terang Muptek.

Hal tersebut berbeda dengan di negara asalnya. Di Iran dan beberapa negara lain, perlombaan kenari lebih menitikberatkan pada bentuk tubuh serta keindahan burung.

“Kalau di luar negeri biasanya yang dilombakan body atau kecantikan burung. Kalau di Indonesia lebih ke suara,” paparnya.

Dari segi perawatan, pakan kenari rasmi tidak berbeda dengan kenari lainnya. Pemilik dapat menggunakan pakan yang sudah banyak tersedia di pasaran.

“Pakannya sama saja seperti kenari lain. Biasanya saya menggunakan pakan seperti gold coin atau pakan kenari yang sudah beredar di Indonesia,” katanya.

Untuk harga, kenari rasmi di Indonesia memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Anakan betina biasanya dijual sekitar Rp2 juta hingga Rp2,5 juta, sedangkan jantan berkisar Rp3 juta hingga Rp4 juta.

Sementara itu, burung bahan impor yang memiliki kualitas suara baik dapat dibanderol antara Rp4 juta hingga Rp12 juta. Jika burung tersebut telah meraih prestasi dalam lomba, harganya bisa meningkat tajam.

“Burung yang sudah juara biasanya bisa terjual dari Rp7 juta sampai Rp50 juta bahkan lebih, tergantung prestasi dan pemiliknya,” tukas Muptek.

 

 

Related News