Libatkan 80.000 Gerai Ritel, BINA Lebaran Diluncurkan
Jagad Tani - Berlangsung sejak 06-30 Maret 2026, Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 akhirnya diluncurkan, dan ditargetkan mampu mencatatkan transaksi sebesar Rp53,38 triliun. Program ini melibatkan sekitar 800 merek, 80.000 gerai ritel, serta 400 pusat perbelanjaan yang tersebar di 24 provinsi di Indonesia.
“Program ini merupakan kolaborasi yang baik antara ritel modern dengan pusat perbelanjaan; serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menyediakan berbagai produk bagi masyarakat dalam menyambut Lebaran,” ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (08/08).
Baca juga: Beras Hingga Cabai Rawit Merah Banten Naik
Menurutnya, kolaborasi dengan pelaku usaha akan terus diperluas melalui berbagai agenda promosi dan kegiatan belanja lainnya setelah periode Lebaran. Sehingga, momentum peningkatan konsumsi masyarakat dapat terus terjaga sepanjang tahun.
“Setelah Lebaran juga akan ada berbagai agenda menarik lainnya. Kerja sama seperti ini akan terus kita lakukan agar kesempatan menjual produk di dalam negeri sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat dapat terus meningkat,” terangnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan,momentum Ramadan dan Lebaran selalu menjadi periode penting bagi peningkatan konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, perlu dihadirkan berbagai program promosi untuk mendorong belanja domestik.
“Program BINA Lebaran tahun ini berlangsung selama 25 hari dengan target transaksi mencapai Rp53 triliun atau meningkat sekitar 60 persen dibandingkan tahun lalu. Kami berharap kegiatan ini dapat semakin menggairahkan konsumsi masyarakat,” ujar Airlangga.
Begitu pula soal penyiapan berbagai stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang Lebaran. Di antaranya, yaitu penyaluran bantuan sosial pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng dua liter per bulan bagi sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat dengan total anggaran Rp11,92 triliun.
“Kami melihat dana yang beredar menjelang Lebaran cukup besar. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini,” sambung Airlangga.
Berbagai program promosi disiapkan untuk meningkatkan minat belanja masyarakat, antara lain, potongan harga hingga 70-80% untuk produk fesyen, gaya hidup, serta perlengkapan Lebaran di berbagai tenant anggota Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo).
Ketua Umum Hipindo Budihardjo Iduansjah mengatakan, program BINA Lebaran menjadi momentum penting bagi sektor ritel untuk meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi dalam negeri.
“Program ini kami siapkan untuk memperkuat konsumsi domestik. Dengan berbagai promosi yang dihadirkan oleh ritel dan pusat perbelanjaan, kami berharap masyarakat semakin terdorong untuk berbelanja dan perputaran ekonomi nasional dapat meningkat selama Ramadan dan menjelang Lebaran,” tukas Budihardjo.
