• 8 March 2026

Harga Daging Sapi di Kupang Capai Rp120.000/Kg

uploads/news/2026/03/harga-daging-sapi-di-88416efe1b70f03.jpeg

Jagad Tani - Pemantauan harga dilakukan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), guna melakukan pemantauan langsung di dua pusat perdagangan, yakni Pasar Oebobo dan Pasar Inpres Naikoten.

Berdasarkan hasil pemantauan di kedua pasar tersebut, harga daging sapi terpantau berada pada kisaran Rp110.000 hingga Rp120.000 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan pasokan daging sapi di wilayah NTT masih terjaga dengan baik, menjelang periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri.

Baca juga: Beras Hingga Cabai Rawit Merah Banten Naik 

Beberapa komoditas pangan lainnya terpantau mengalami dinamika yang dipengaruhi oleh faktor distribusi dan pasokan. Daging ayam ras tercatat sekitar Rp47.000 per kilogram, telur ayam ras berada pada kisaran Rp32.500–Rp34.000 per kilogram.

Sementara untuk harga cabai rawit Rp70.000–Rp80.000 per kilogram, dan cabai merah keriting Rp50.000–Rp60.000 per kilogram. Adapun harga bawang merah dan bawang putih masing-masing berada di kisaran Rp40.000 per kilogram. 

Menurut Koordinator Kelompok Substansi Stabilitas Harga Konsumen Bapanas, Jan Piter Sinaga, hasil pemantauan ini menunjukkan kondisi pasokan dan harga daging sapi di Kota Kupang masih tekendali.

“Dari hasil pemantauan kami di Kupang, harga daging sapi berada pada kisaran Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram. Artinya, masyarakat di wilayah NTT masih dapat memperoleh daging sapi dengan harga yang relatif sangat terjangkau,” ujar Jan Piter.

Ditambahkan bahwa, dinamika harga yang terjadi di sejumlah wilayah tidak selalu mencerminkan kondisi di seluruh daerah, karena faktor ketersediaan pasokan dan distribusi dapat berbeda antarwilayah. Apalagi pasokan daging sapi di wilayah NTT ditopang oleh penyediaan sapi lokal, sehingga harga di tingkat konsumen tetap stabil. 

Sebagai bagian dari penguatan stabilisasi pasokan dan harga pangan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Nusa Tenggara Timur, Badan Pangan Nasional juga melakukan berbagai intervensi untuk menjaga keseimbangan pasokan di tingkat produsen maupun konsumen.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada peternak ayam petelur (layer) guna menjaga stabilitas harga daging ayam ras dan telur ayam ras di pasar.

“Nah ini kami di Bapanas juga sudah salur untuk jagung SPHP kepada peternak layer, ini tentu akan menjaga biaya produksi pakan agar tetap terkendali, jadi harga daging ayam dan telur di tingkat konsumen dapat tetap stabil,” pungkasnya. 

Related News