• 18 March 2026

Uji Zuriat Sapi Friesian Holstein Percepat Produksi Susu

uploads/news/2026/03/uji-zuriat-sapi-friesian-286190aa6bc820d.jpg

Jagad Tani - Penguatan produksi susu dalam negeri dengan inovasi riset berbasis genetik sapi perah diperkuat, melalui penerapan uji zuriat (progeny test) guna menentukan pejantan unggul sapi Friesian Holstein (FH) sehingga bisa memajukan pemuliaan genetik populasi sapi perah nasional.

Menurut Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pudji Lestari, pembangunan subsektor sapi perah memiliki peran dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Baca juga: Jelang Idulfitri, Mimika Gelar Gerakan Pangan Murah

Susu sebagai sumber protein hewani bernilai gizi tinggi dinilai penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan produktif.

Pudji menambahkan jika produksi susu nasional masih menghadapi tantangan karena kebutuhan konsumsi yang terus meningkat belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh produksi domestik. Kondisi ini menunjukkan perlunya strategi peningkatan produktivitas ternak berbasis ilmu pengetahuan, dan inovasi teknologi berkelanjutan.

Adapun produktivitas sapi perah tidak hanya ditentukan oleh manajemen budidaya seperti pakan, kesehatan ternak, dan lingkungan pemeliharaan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kualitas genetik ternak. Oleh karena itu, program pemuliaan dan perbaikan genetik menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan performa produksi sapi perah.

“Melalui penerapan uji zuriat yang terencana dan berbasis data, kita dapat mempercepat kemajuan genetik populasi sapi perah di Indonesia. Pada akhirnya, hal ini akan berkontribusi pada peningkatan produksi susu nasional, penguatan daya saing industri sapi perah, serta peningkatan kesejahteraan peternak,” tutur Pudji dikutip Senin (16/03).

Kepala Pusat Riset Peternakan BRIN, Santoso, menekankan pentingnya penguatan program pemuliaan ternak dalam sistem produksi peternakan modern. Menurutnya, uji zuriat menjadi salah satu metode penting untuk mengevaluasi kualitas genetik pejantan secara ilmiah.

“Program pemuliaan dan perbaikan genetik merupakan strategi penting untuk meningkatkan performa produksi sapi perah secara berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah melalui uji zuriat untuk mengevaluasi kualitas genetik pejantan,” terangnya.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Peternakan BRIN, Chalid Talib, menjelaskan bahwa uji zuriat atau progeny test merupakan metode seleksi pejantan berdasarkan performa produksi keturunannya.

"Melalui metode ini, kualitas genetik pejantan dapat dinilai secara lebih objektif dengan membandingkan rata-rata produksi susu anak betina yang dihasilkan dengan kelompok pembanding dari pejantan lain, " terangnya. 

Pendekatan tersebut, dinilai memungkinkan proses seleksi pejantan unggul dilakukan secara lebih akurat dan berbasis data. Pejantan dengan performa genetik terbaik, dapat dimanfaatkan dalam program inseminasi buatan dan pembibitan sapi perah nasional.

Performa produksi ternak merupakan hasil interaksi antara faktor genetik dan lingkungan. Sehingga keberhasilan program pemuliaan sangat bergantung pada sistem pencatatan produksi yang akurat. Data produksi susu setiap individu ternak menjadi dasar penting dalam analisis genetik untuk menentukan nilai pemuliaan pejantan maupun induk.

"Penguatan program perbibitan dan perbaikan genetik merupakan bagian penting dalam pembangunan subsektor peternakan yang berkelanjutan," tukas Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hary Suhada. 

 

Related News