• 17 March 2026

Tekan Biaya Pakan dengan Memproduksi Secara Mandiri

uploads/news/2026/03/tekan-biaya-pakan-dengan-7183664e4af4bc5.jpeg

Jagad Tani - Biaya pakan masih menjadi pengeluaran terbesar dalam usaha peternakan ayam. Namun, para peternak bisa mencoba menyiasatinya dengan memproduksi pakan secara mandiri agar tidak bergantung pada pakan pabrikan.

Haji Anwar yang merupakan seorang peternak ayam di Kota Depok mengatakan bahwa kebutuhan pakan menjadi salah satu pengeluaran yang paling besar dalam biaya operasional peternakan. Untuk menekan biaya pengeluaran, ia memilih membuat pakan sendiri dengan proses fermentasi dan penambahan vitamin serta obat-obatan.

Baca juga: Jelang Tradisi Meugang, Perdagangan Pasar Cot Iri Meningkat

“Yang paling besar pasti pakan. Tapi kita sudah siasati dengan bikin pakan sendiri, jadi kita tidak beli pakan pabrikan,” ujar Haji Anwar kepada Jagad Tani.

Menurutnya, pakan yang dibuat secara mandiri memiliki aroma yang cukup kuat karena menggunakan proses fermentasi serta tambahan vitamin dan obat-obatan. Meski demikian, cara tersebut dinilai lebih efisien untuk menjaga kesehatan ternak sekaligus menghemat biaya.

Dilanjutkan jika biaya pakan untuk sekitar 500 ekor ayam bisa mencapai sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan. Perhitungan tersebut belum termasuk pakan tambahan berupa jangkrik dan ulat yang diberikan kepada ayam hias yang juga dipelihara.

“Kalau dihitung-hitung, untuk sekitar 500 ayam, dalam satu bulan bisa sekitar Rp2 jutaan. Kisaran Rp1 juta sampai Rp2 juta. Itu juga di luar jangkrik dan ulat,” jelasnya.

Haji Anwar menambahkan, proses pembuatan pakan tidak dilakukan setiap saat. Biasanya pakan diproduksi dalam jumlah besar agar dapat digunakan hingga dua bulan.

“Saya kira-kira saja, karena kita bikin pakan itu bisa dua bulan sekali. Sekali bikin bisa untuk dua bulan, karena kalau bikinnya sedikit-sedikit agak ribet,” tandasnya.

 

 

Related News