Negara Dengan Luas Lahan Pertanian Terbesar Dunia
Jagad Tani - Luasnya lahan pertanian dalam sebuah negara menjadi fondasi, sekaligus faktor penting dalam menghasilkan produk pangan, mendukung ekspor komoditas, sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan.
Perubahan iklim, pertumbuhan populasi, dan ketegangan rantai pasok pangan global tentu akan saling berkaitan dengan lahan pertanian. Apalagi saat situasi geopolitik sedang tidak menentu, tentu akan mempengaruhi pola distribusi pangan dunia, baik untuk produsen maupun konsumen.
Baca juga: Dorong Jejaring Ekspor, Ke 6 Negara Mitra
Berdasarkan data terbaru Food and Agriculture Organization (FAO), negara dengan wilayah geografis besar cenderung mendominasi daftar pemilik lahan pertanian terbesar di dunia.
Adapun faktor iklim, kondisi topografi, dan kebijakan tata guna lahan, menentukan seberapa besar area yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas pertanian.
Bahkan negara China menjadi peringkat pertama sebagai negara dengan luas lahan pertanian terbesar di dunia, yakni sekitar 528 juta hektare mencakup padang rumput, lahan tanaman pangan, dan perkebunan permanen yang dari dataran Manchuria di utara hingga lembah Sungai Yangtze di selatan.
Untuk posisi kedua dipegang oleh Amerika Serikat dengan sekitar 407 juta hektare lahan pertanian, yang terkonsentrasi di daerah Great Plains, wilayah yang dikenal sebagai sabuk gandum dan jagung dunia. Selama beberapa dekade, kawasan tersebut menjadi tulang punggung produksi sekaligus ekspor pangan global.
Pada posisi ketiga ada Australia dengan luas sekitar 427 juta hektare lahan pertanian. Sebagian besar wilayahnya berupa padang penggembalaan yang berada di kawasan semi-arid, dan aktivitas pertanian serta peternakannya sangat bergantung pada curah hujan musiman.
Meski demikian, dalam definisi statistik internasional, lahan pertanian itu bukan hanya mencakup lahan tanaman pangan, tetapi juga meliputi padang rumput permanen serta lahan yang digunakan untuk kegiatan peternakan.
Sementara itu, negara Brazil dan Rusia, secara berurutan menempati posisi keempat dan kelima. Negara-negara di Benua Afrika juga menjadi salah satu benua yang memiliki lahan pertanian luas.
Bahkan negara seperti Sudan mempunyai luas lahan sekitar 435.000 mil persegi lahan pertanian, diikuti Afrika Selatan sekitar 372.000 mil persegi, serta Nigeria sekitar 268.000 mil persegi.
Namun sektor pertanian di kawasan ini juga menghadapi berbagai tantangan berupa perubahan iklim, termasuk meningkatnya suhu, perubahan pola curah hujan, serta risiko penggurunan (desertifikasi) yang dapat mengurangi produktivitas lahan dalam jangka panjang.
Negara Indonesia juga termasuk ke dalam daftar negara dengan lahan pertanian terbesar dunia di data FAO, dengan memiliki luas lahan sekitar 212.828 mil persegi, dan menduduki peringkat ke-16 global.
Adapun jenis penggunaan lahan di Indonesia meliputi sawah untuk produksi padi, perkebunan seperti kelapa sawit dan karet, padang rumput dan lahan pertanian lain yang tersebar ke berbagai wilayah kepulauan, yang menjadi penopang perekonomian nasional.
