Jagad Tani - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga berbagai jenis unggas di Pasar Parung, Kabupaten Bogor, mengalami fluktuasi. Meski demikian, stok dipastikan masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Salah satu pedagang unggas, Bang Onip, menyebutkan bahwa permintaan mulai meningkat seiring mendekatnya Lebaran. “Untuk stok menjelang Idul Fitri, Alhamdulillah aman. Tapi untuk harga memang ada kenaikan,” ujarnya saat ditemui tim Jagad Tani di lapaknya.
Baca juga: Bogor Capai Predikat Kota Pangan
Untuk ayam kampung, harga berkisar antara Rp70.000 hingga Rp140.000 per ekor, tergantung ukuran dan jenis. Ayam kampung jago ukuran sedang dibanderol Rp110.000, sedangkan yang lebih besar atau “jago full” bisa mencapai Rp130.000 hingga Rp140.000 per ekor.
Selain itu, ayam kampung blasteran Bangkok usia sekitar dua bulan dijual dengan harga Rp45.000 per ekor. Sementara ayam pejantan dewasa berkisar antara Rp100.000 hingga Rp120.000 per ekor, dan ayam betina muda (dara) dijual sekitar Rp75.000 per ekor.
Untuk unggas lain, harga entok indukan berada di kisaran Rp80.000 hingga Rp85.000 per ekor. Entok jago muda dijual Rp130.000 hingga Rp140.000, sedangkan entok dewasa bisa mencapai Rp200.000 per ekor.
Sementara itu, bebek Peking dijual Rp70.000 per ekor dan bebek cokelat Rp75.000 per ekor. Adapun angsa ukuran sedang dijual sekitar Rp300.000 per pasang, sedangkan angsa indukan bisa mencapai Rp400.000 per pasang.
Bang Onip juga menyampaikan bahwa lapaknya tetap buka hingga siang hari menjelang malam takbiran. “Siang masih buka, malamnya takbiran tutup. Setelah Lebaran, libur tiga hari, yaitu hari H dan dua hari setelahnya,” tukasnya.
Ia juga melayani pemesanan dan pengiriman bagi pelanggan yang ingin membeli dalam jumlah tertentu. Pembeli disarankan untuk menghubungi terlebih dahulu guna memastikan ketersediaan barang dan jadwal buka setelah libur Lebaran.
