• 25 March 2026

Pantauan Komoditas Pangan Saat Lebaran

uploads/news/2026/03/pantauan-komoditas-pangan-saat-15644c8cc8217ea.jpg

Jagad Tani - Kondisi stok komoditas pangan nasional pada Lebaran 2026 mulai dari petani sebagai produsen, pedagang sebagai pelaku distribusi, hingga konsumen sebagai masyarakat luas di berbagai pasar tradisional dan modern, terpantau stabil dan stok tersedia cukup.

Menurut Andi Amran Sulaiman Menteri selaku Pertanian (Mentan), keberhasilan menjaga stok dan stabilitas harga pangan merupakan hasil dari peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan, pengawasan distribusi, serta pengendalian harga di pasar.

Baca juga: Pantauan Harga Komoditas Pangan di Banggai Kepulauan

“Kita ingin semua tersenyum. Petani tersenyum karena harga hasil panennya baik, pedagang tersenyum karena barang tersedia dan bisa dijual, dan masyarakat juga tersenyum karena harga pangan terjangkau. Itulah tujuan pemerintah menjaga pangan,” ujarnya.

Ditegaskan oleh Amran bahwa posisi stok beras nasional sangat kuat. Cadangan Beras di gudang Bulog saat ini sekitar 4,09 juta ton, beras yang beredar di masyarakat sekitar 11–12 juta ton, serta potensi panen dalam waktu dekat sekitar 12 juta ton.

Secara total, kekuatan stok beras nasional mencapai sekitar 28 juta ton atau setara ketahanan pangan hingga sekitar 11 bulan ke depan.

Produksi beras nasional juga menunjukkan tren peningkatan. Panen raya di berbagai daerah sedang menunjukkan geliat hasil yang menggembirakan mengingat Maret 2026 merupakan saat di mana panen raya terjadi. Peningkatan produksi ini memperkuat stok nasional sekaligus menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.

“Produksi kita meningkat, panen raya terjadi di banyak daerah, Februari Maret dan April banyak panen di berbagai daerah, sehingga stok beras nasional sangat kuat. Produksi kita sudah berada di atas kebutuhan konsumsi nasional,” ujar Mentan Amran.

Dengan kebutuhan beras nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan dan produksi bulanan berada di kisaran 2,6 hingga 5,7 juta ton, kondisi beras nasional berada dalam posisi surplus.

Disampaikan pula bahwa berdasarkan neraca pangan nasional hingga April 2026, sejumlah komoditas strategis berada dalam kondisi surplus. Tercatat Beras dengan ketersediaan 27,5 juta ton, kebutuhan 10,3 juta ton, maka neracarnya surplus 17,2 juta ton.

Untuk cabai rawit, ketersediaan 409 ribu ton, kebutuhan 304 ribu ton, maka kondisi surplus 105 ribu ton. Begitupun untuk daging ayam, dengan ketersediaan 2,07 juta ton, kebutuhan 1,34 juta ton, angka surplus 727 ribu ton.

Adapun komoditas bawang merah ketersediaannya 479 ribu ton, kebutuhan 422 ribu ton kondisi surplus 57 ribu ton. Sehingga mengalami surplus produksi, dengan cabai rawit merah surplus sekitar 46.868 ton dan cabai besar surplus sekitar 8.282 ton.

“Kalau produksi surplus dan distribusi lancar, maka harga akan stabil. Itu yang kita jaga terus, dari hulu sampai hilir,” terangnya.

Amran juga menegaskan bahwa pemerintah terus menjaga keseimbangan harga agar petani tidak rugi dan masyarakat tetap mendapatkan harga pangan yang terjangkau.

“Harga pangan tidak boleh terlalu tinggi karena memberatkan masyarakat, tetapi juga tidak boleh terlalu rendah karena merugikan petani. Lebaran tahun ini adalah kemenangan untuk semua, selamat merayakan hari nanti fitri, berkah untuk semua" tukas Amran.

Related News