BRIN Dorong Tranformasi Industri Peternakan
Jagad Tani - Transformasi industri peternakan berkelanjutan berbasis sains terus didorong oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), guna mewujudkan ketahanan gizi dan pertumbuhan ekonomi Global.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BRIN Arif Satria saat membuka "International Strategic Meeting on Scientific Pathways for Sustainable Livestock Industry Transformation" yang menghadirkan delegasi dari berbagai negara di Kantor BRIN, Jakarta, Jumat (27/03).
Baca juga: Update Harga Bahan Pokok H+6 Lebaran
?"Masyarakat global sedang menghadapi serangkaian tantangan yang saling terkait dan semakin kompleks, mulai dari meningkatnya permintaan pangan dan kesenjangan gizi yang terus-menerus terjadi, hingga tekanan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya," terang Arif.
?Menurutnya, dalam menghadapi tantangan tersebut, sektor peternakan menempati posisi strategis dalam rantai nilai agrifood yang terintegrasi, sehingga harus mengalami transformasi yang mendalam dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
?Langkah ilmiah tersebut, dinilai Arif, mencakup pemajuan Life Cycle Assessment (LCA) sebagai landasan kebijakan, sistem peternakan digital yang digerakkan oleh data, serta rantai pasok yang menghubungkan produksi hulu dan hilir.
?Walaupun begitu, Arif menegaskan jika sains saja tidak cukup, sebab membutuhkan penyelarasan dengan kebijakan dan investasi guna menjembatani kesenjangan antara hasil penelitian dan dampak di dunia nyata.
"?Oleh karena itu BRIN bekerja sama erat dengan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) yang memainkan peran sentral dalam memajukan jaringan ilmiah global dan menyediakan metodologi untuk menilai kinerja lingkungan sistem peternakan," terangnya.
Ada tiga arah strategis yang diharapkan oleh Arif dalam pertemuan tersebut, yaitu memperkuat inovasi peternakan berbasis data yang kuat, mempercepat integrasi sistem agrifood agar keberlanjutan tidak terfragmentasi, dan mendorong investasi bersama antarpemangku kepentingan.
?"Mari kita selaraskan ilmu pengetahuan, kebijakan, dan investasi untuk mengubah sektor peternakan ini menjadi pendorong ketahanan gizi global dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tukasnya.
