Stok Beras Cukup Hingga 324 Hari ke Depan
Jagad Tani - Seiring berlangsungnya panen raya padi di berbagai wilayah Indonesia pada akhir Maret 2026, ketersediaan pangan nasional berada dalam kondisi aman, bahkan untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan.
Berdasarkan catatan Kementerian Pertanian (Kementan) posisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog per 26 Maret 2026, stok beras mencapai sekitar 4,22 juta ton dan diproyeksikan meningkat hingga mendekati 5 juta ton dalam waktu dekat, dengan total ketersediaan beras nasional mencapai 27,99 juta ton.
Baca juga: Prediksi El-Nino Godzila, Awas Stok Pangan Nasional
“Ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” terang Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.
Kondisi ini tercermin di berbagai sentra produksi, di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, panen padi dilakukan di Desa Mulawarman, Kecamatan Tenggarong Seberang, sebagai Program Ketahanan Pangan berbasis desa yang melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kelompok tani.
Program tersebut mengelola lahan seluas 350 hektar dengan melibatkan 350 petani, di mana sebagian lahan telah memasuki fase produktif, dan menjadi contoh dari penguatan produksi pangan berbasis wilayah.
Menurut Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, keberhasilan panen ini merupakan bagian dari transformasi ekonomi daerah menuju penguatan sektor pertanian.
“Panen hari ini adalah bukti nyata komitmen kita menjadikan Kutai Kartanegara sebagai lumbung pangan Kalimantan Timur. Saat ini kita memiliki 13.000 hektar lahan padi sawah produktif,” terang Bupati Aulia.
Dilanjutkan bahwa fokus kedepannya yaitu dengan meningkatkan produktivitas dari 5 ton menjadi 6 ton per hektar melalui ekstensifikasi dan mekanisasi.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro, menegaskan pentingnya peningkatan luas tambah tanam dan produktivitas sebagai strategi menjaga keberlanjutan produksi.
“Peningkatan luas tambah tanam (LTT) merupakan strategi utama danalm menjaga stabilitas produksi padi, dari sisi estensifikasi, dan dari sisi intensifikasi juga harus ditingkatkan, dengan meningkatkan provitasnya,” tukasnya.

