• 31 March 2026

Drone Perawahan Kapuas, Dorong Peningkatan Produktifitas

uploads/news/2026/03/pemanfataan-drone-perawahan-kapuas--95916cb06ca6517.png

Jagad Tani - Modernisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi berbasis mekanisasi menjadi bagian dari percepatan tanam dan peningkatan produktivitas padi di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR), serta memperkuat sumber daya manusia pertanian berbasis teknologi.

Salah satunya yakni dengan melibatkan petani dalam pengoperasian drone pertanian di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kapuas, Kalimantan Tengah, sehingga dapat memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian pangan nasional. 

Baca juga: Prediksi El-Nino Godzila, Awas Stok Pangan Nasional

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa program CSR merupakan langkah strategis dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan, dan percepatan tanam di lahan yang telah dicetak.

“Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan terus didorong. Tantangan ke depan adalah mempertahankan Indonesia sebagai lumbung pangan nasional, bahkan menuju lumbung pangan dunia,” terang Idha.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan pentingnya optimalisasi lahan CSR melalui modernisasi pertanian, pelibatan generasi muda melalui Brigade Pangan, serta penguatan sumber daya manusia.

Adapun bentuk implementasi lapangan, SMK Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru menggelar pembekalan teknis pengoperasian drone pertanian pada Selasa (17/03) lalu.

Hal ini ditujukan bagi para personel Brigade Pangan di Desa Bina Mekar, Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, dalam mendukung percepatan tanam di lokasi CSR.

Sementara itu, Kepala SMK-PPN Banjarbaru, Angga Tri A.P., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mengoptimalkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian.

“Ini merupakan langkah konkret dalam mengoptimalkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian untuk memodernisasi pengelolaan lahan,” tuturnya.

Materi pelatihan mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, mulai dari navigasi udara, pemetaan lahan skala luas, hingga pemeliharaan perangkat drone pertanian.

Melalui pemanfaatan teknologi drone pertanian, transformasi menuju pertanian modern yang efisien, presisi, dan berkelanjutan, diharapkan mampu mempercepat peningkatan produktivitas lahan dalam mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

"Melalui pembekalan ini, para personel Brigade Pangan diharapkan mampu memanfaatkan teknologi drone secara efektif dalam kegiatan pertanian," tukas Angga Tri.

Related News