• 13 April 2026

Panen Tanduk Rusa, Keuntungan Petani Vietnam

uploads/news/2026/04/musim-panen-tanduk-rusa-182369708ee52ea.jpg

Jagad Tani - Saat ini, masyarakat di komune dataran tinggi provinsi Ninh Binh, Vietnam, memasuki musim yang istimewa, yaitu musim panen tanduk rusa. Para petani biasanya sedang sibuk mempersiapkan diri, sementara para pemotong tanduk dari berbagai tempat mulai datang meramaikan suasana. 

Melansir dari Vietnam.vn saat mengunjungi peternakan rusa milik Ibu Bui Thi Anh Tuyet di desa Ao Luon, komune Phu Long, beliau tampak sibuk mempersiapkan para pekerja untuk memanen tanduk rusa. 

Baca juga: Hamparan Karpet Bunga Kagawa, Manjakan Mata Pengunjung

"Setiap kali musim panen tanduk tiba, kami sangat gembira. Sejak awal tahun, saya telah memanen 3 pasang tanduk, menghasilkan sekitar 40 juta VND. Hari ini saya sedang memotong pasangan ke-4 untuk pelanggan yang memesan," ujarnya dikutip Senin (13/11). 

Menurut Ibu Tuyet, musim panen tanduk rusa di tempatnya biasanya berlangsung di bulan Januari hingga akhir Maret menurut kalender lunar. Ini adalah waktu ketika tanduk memiliki kualitas terbaik, paling kaya nutrisi, dan memiliki nilai ekonomi tertinggi.

Tanduk rusa yang dipanen merupakan tanduk muda yang belum berkembang dari rusa jantan dan dianggap sebagai bahan obat yang berharga dalam pengobatan tradisional Tiongkok.

Tanduk biasanya rontok secara alami atau dipanen pada musim semi untuk regenerasi berkala. Setelah dipanen, tanduk baru akan terus tumbuh pada tahun berikutnya tanpa membahayakan kesehatan hewan jika teknik yang benar digunakan.

Oleh karena itu, memanen tanduk rusa membutuhkan keterampilan, ketelitian, dan ketangkasan. Pemanen profesional biasanya dipekerjakan untuk memastikan keselamatan hewan dan menjaga nilai produk.

Tanduk rusa yang indah harus mempertahankan bentuk pelana atau memiliki pola percabangan yang seimbang.

Setelah dipanen, akar tanduk diobati dengan ramuan herbal tradisional untuk menghentikan pendarahan dan membantu rusa pulih dengan cepat. Teknik ini diturunkan dari generasi ke generasi, dan berkontribusi pada keberlanjutan profesi ini. 

Salah satu ciri khasnya yakni cawan anggur darah tanduk rusa, yang dibuat dari tetesan darah yang diambil langsung setelah tanduk dipanen.

"Cawan anggur ini biasanya diperuntukkan bagi orang tua atau tamu kehormatan. Ini seperti harapan untuk kesehatan dan keberuntungan di awal tahun. Ini juga merupakan ritual yang berakar kuat dalam tradisi budaya kita yang telah lama ada," terang Ibu Bui Thi Anh Tuyet. 

Bahkan di antara keluarga peternak rusa yang sudah lama berkecimpung, keluarga Bapak Bui Ngoc Thanh di desa Ao Luon, komune Phu Long, secara konsisten memelihara kawanan rusa, yakni sebanyak 10-15 ekor untuk dipanen tanduknya. 

"Rusa menghasilkan tanduk 1-2 kali setahun, dengan sekitar 700 gram tanduk per ekor, dan beberapa rusa menghasilkan lebih dari 1 kg tanduk per tahun. Dengan harga jual 1,8-2 juta VND per 100 gram, kami memperoleh sekitar 150 juta VND dari musim panen tanduk tahun ini," tutur Bapak Thanh. 

Menurut penduduk setempat, beternak rusa tidaklah sulit; bahkan, dibandingkan dengan banyak ternak lainnya, rusa kurang rentan terhadap penyakit, makanannya mudah ditemukan, dan nilainya lebih tinggi. Sehingga, peternakan rusa kini menjadi sektor ekonomi yang memberikan penghasilan stabil bagi masyarakat di komune dataran tinggi.

Salah satu faktor penting yang berkontribusi pada perkembangan peternakan rusa yang kuat di daerah tersebut dikarenakan kondisi alam dengan medan berbukit dan berhutan, serta sumber makanan yang melimpah dari dedaunan hutan dan rumput alami, yang secara signifikan mengurangi biaya bagi para peternak.

 “Selain dedaunan hutan dan rumput sebagai makanan, selama musim tanduk rusa, masyarakat hanya perlu menambahkan makanan bertepung seperti jagung, kentang, dan kacang tanah untuk meningkatkan kualitas produk. Jika dirawat dengan baik, seekor rusa dewasa dapat dipanen tanduknya hingga 20 tahun,” ujar Bapak Bui Van Tuyen, dari desa Nga 2, komune Cuc Phuong. 

Saat ini, ada ratusan rumah tangga di dua komune Cúc Ph??ng dan Phú Long beternak rusa untuk diambil tanduknya, dengan total ribuan ekor hewan ternak.

Perkembangan peternakan rusa tidak hanya meningkatkan pendapatan tetapi juga berkontribusi pada perubahan wajah masyarakat. Banyak rumah tangga dari kelompok etnis minoritas M??ng berhasil keluar dari kemiskinan dan secara bertahap menjadi kaya di daerah tersebut.

Bapak Luong Van Thuy, Kepala Departemen Ekonomi Komite Rakyat Komune Phu Long, memaparkan bahwa rusa merupakan salah satu ternak unggulan yang memberikan nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat Komune Phu Long.

"Saat ini, pemerintah sedang mendorong pembentukan koperasi dan asosiasi untuk menghubungkan produksi dan konsumsi. Pada saat yang sama, kami meningkatkan dukungan untuk pinjaman dan transfer teknologi untuk membantu masyarakat memperluas skala dan mengembangkan baik peternakan rusa untuk tanduk maupun rusa untuk tujuan komersial," ujarnya. 

Tanduk rusa berwarna merah dan merah muda dinilai mampu mendatangkan pendapatan yang stabil, dan semakin memotivasi masyarakat untuk tetap terikat pada tanah kelahiran mereka.

Dari lereng bukit, model peternakan rusa secara bertahap membuka arah pembangunan ekonomi berkelanjutan, berkontribusi pada peningkatan standar hidup dan menciptakan wajah baru bagi komunitas dataran tinggi di Ninh Binh .

Related News