• 15 April 2026

Harga Plastik Naik, Daun Pisang Jadi Solusi

uploads/news/2026/04/harga-plastik-naik-daun-42199b2a142aa4d.jpg

Jagad Tani - Menyoroti lonjakan harga plastik kemasan yang terjadi di Ibu Kota belakangan ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons hal tersebut dengan menyarankan untuk mengurangi penggunaan plastik secara bertahap.

Menurutnya, pelaku usaha ataupun para pedagang disarankan untuk mencari bahan alternatif guna menekan beban ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, yakni dengan kembali ke cara tradisional yang menggunakan bungkus daun pisang.

Baca juga: Ekonomi Biru Jadi Arah Pembangunan Maluku Utara

"Jadi harga plastik ini memang naik. Untuk itu ya kita kadang-kadang harus kembali ke cara tradisional, pakai bungkus daun pisang dan sebagainya," ucap Pramono di kantor Walikota Jakarta Timur pada Minggu, (12/04).

Hal tersebut diungkapkan oleh Pramono, karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak memiliki wewenang dalam menentukan harga plastik. Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta dinilai harus memiliki inovasi untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.

"Kalau kondisinya tetap seperti ini, pasti akan menjadi beban," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan jika secara umum, kenaikan harga plastik di Ibu Kota berada pada kisaran 30% hingga 40%.

"Kenaikan ini terjadi cukup cepat dan dalam beberapa kasus bersifat fluktuatif mengikuti distribusi barang," ungkap Ratu.

Bahkan kenaikan harga terjadi merata di semua jenis plastik, harga kantong kresek kini menyentuh harga Rp17.000 per pak (naik 40). Adapun plastik jenis PET dan PE masing-masing naik menjadi Rp22.000 dan Rp21.000 per pak.

Untuk wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara, menurutnya, tercatat alami kenaikan tertinggi jika dibandingkan dengan wilayah lainnya.

"Berdasarkan pemantauan dan temuan kami di lapangan, kenaikan harga plastik ini terjadi sejak akhir Maret 2026 bersamaan dengan pecahnya konflik geopolitik di Iran, dan berlanjut hingga awal April 2026 ini," tukasnya.

Related News