• 19 April 2026

10 Kandungan Logam Berat pada Ikan Sapu-Sapu

uploads/news/2026/04/-10-kandungan-logam-berat-77918741cfa59ca.jpeg

Jagad Tani - Upaya penanggulangan populasi ikan sapu-sapu terus dilakukan di Provinsi DKI Jakarta, sebab ikan invasif asal Amerika Selatan ini sudah tercemar logam berat dan dapat membahayakan kesehatan bila dikonsumsi.

Dalam kegiatan penangkapan serentak di ibu kota Jumat (17/04) lalu, Wali Kota Jakarta Selatan, M. Anwar, saat meninjau ke lokasi di kawasan Setu Babakan mengungkapkan bahwa dalam waktu satu jam saja, petugas berhasil menangkap sekitar 300 kilogram ikan sapu-sapu, dengan target penangkapan mencapai 5 ton.

Baca juga: Dalam Satu Jam, 300Kg Ikan Sapu-Sapu Diberantas

“Targetnya 5 ton pada hari ini, dan bukan hanya hari ini saja, kita akan berlanjut sampai betul-betul zero, habis. Karena ikan ini kalau bertelur bisa sampai 800 (butir),” ujar Anwar saat di lokasi.

Selain berdampak pada ekosistem, keberadaan ikan sapu-sapu juga memunculkan kekhawatiran serius terhadap kesehatan masyarakat. Anwar mengingatkan warga agar lebih selektif dalam mengonsumsi makanan olahan, terutama yang diduga berbahan dasar ikan sapu-sapu.

“Khawatirnya bukan dampak langsung, tapi bisa muncul 2-3 tahun ke depan. Apalagi ada informasi kan, kalau ikan ini dijadikan sebagai bahan untuk jajanan tertentu,” tambahnya.

Kekhawatiran tersebut diperkuat pula oleh hasil penelitian dalam jurnal berjudul “Kandungan 10 Jenis Logam Berat pada Daging Ikan Sapu-Sapu (Pterygoplichthys pardalis) Asal Sungai Ciliwung Wilayah Jakarta” yang ditulis oleh Laksmi Nurul Ismi, dkk., dari Universitas Al Azhar Indonesia.

Penelitian yang dilakukan di aliran Sungai Ciliwung, khususnya wilayah MT Haryono, menemukan bahwa ikan sapu-sapu mengandung 10 jenis logam berat berbahaya, yaitu: Arsen (As), Kadmium (Cd), Kobalt (Co), Kromium (Cr), Besi (Fe), Mangan (Mn), Merkuri (Hg), Perak (Ag), Timbal (Pb), dan Seng (Zn).

Melalui analisis yang menggunakan teknologi X-Ray Fluorescence (XRF) ini, menunjukkan bahwa empat logam utama berupa arsen (As), merkuri (Hg), timbal (Pb), dan kadmium (Cd), telah melampaui ambang batas aman yang ditetapkan dalam Peraturan BPOM 2017.

Penelitian tersebut juga menyimpulkan bahwa ikan sapu-sapu dari Sungai Ciliwung tidak layak dikonsumsi karena berpotensi membahayakan kesehatan manusia.

"Dia kan predator. Semua ikan-ikan yang bermanfaat dimakan, telurnya juga. Dan ikan ini hidup di air apapun, terutama di utara yang airnya kotor, dia tetap hidup. Artinya kan dia bahaya (karena tubuhnya sudah terakumulasi logam berat),” jelasnya.

Kemampuan ikan ini bertahan hidup bahkan di lingkungan ekstrem sekalipun, justru harus menjadi alarm bagi masyarakat dalam menyeleksi makanan, supaya tidak menjadi masalah bagi tubuh dan kesehatan di kemudian hari.

"Khawatirnya saya, nanti yang nggak tahu asal makan-makan (saja). Akhirnya (malah ter)dampak penyakitnya," tukas M. Anwar.

Related News