• 19 April 2026

Peternakan Sapi Terbesar Indonesia, Bakal Dibangun Djarum

uploads/news/2026/04/perusahaan-milik-djarum-buat-198708b991d55d1.jpeg

Jagad Tani - Perusahaan yang terafiliasi dengan Djarum Group, yakni PT Global Dairi Bersama, bersiap membangun peternakan sapi perah terintegrasi berskala besar di Kabupaten Brebes, dan digadang-gadang menjadi peternakan sapi perah terbesar di Indonesia.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menyatakan investasi tersebut akan memberi dampak luas, mulai dari peningkatan produksi susu nasional hingga penguatan ekonomi daerah.

Baca juga: Nilai Ekspor CPO Melonjak, Indonesia Rajai Sawit

“Dengan adanya investasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas SDM, serta kesejahteraan masyarakat di Brebes dan Jawa Tengah,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (19/04).

Proyek ini dinilai menjadi bagian dari strategi untuk mempercepat produksi susu nasional dalam mengurangi ketergantungan impor. Saat ini, kebutuhan susu nasional mencapai sekitar 4,7 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri baru sekitar 1 juta ton. 

“Dengan tambahan produksi dari Brebes, ini akan sangat signifikan menekan ketergantungan impor,” ungkapnya.

Peternakan yang dikembangkan PT Global Dairi Bersama ditargetkan memiliki populasi hingga 30.000 ekor sapi perah dengan kapasitas produksi mencapai 180.000 ton susu per tahun. Bahkan, kontribusinya diproyeksikan bisa mencapai 18% dari total produksi susu nasional.

“Kalau ini berjalan, Jawa Tengah bisa naik ke peringkat dua, bahkan menyamai Jawa Timur. (Dan) kalau ini terbangun, ini akan jadi yang terbesar di Indonesia,” tegas Agung.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh realisasi investasi tersebut. Ia meminta pemerintah daerah bergerak cepat agar proyek segera berjalan.

“Kita harus bergerak cepat, jangan terlalu lama dalam proses. Targetnya produksi paling lambat 2027,” ujarnya.

Pemerintah bahkan membuka peluang peletakan batu pertama (groundbreaking) dilakukan dalam waktu dekat.

Menurut CEO Savoria Group, Ihsan Mulia Putri, proyek ini akan dirancang sebagai kawasan peternakan sapi perah modern dan terintegrasi dengan luas lahan sekitar 710 hektare.

“Ini bukan sekadar peternakan, tapi ekosistem terintegrasi dari hulu ke hilir. Dengan skala ini, kontribusi terhadap produksi susu nasional bisa mencapai 18%. Bahkan untuk Jawa Tengah, produksinya bisa meningkat hingga dua kali lipat” ujarnya.

Adapun konsep yang digunakan yakni close loop system, di mana seluruh proses saling terhubung. Limbah ternak akan diolah menjadi biogas sebagai sumber energi, sementara residunya (sisa limbah) dimanfaatkan sebagai pupuk organik, dan airnya dikelola dengan sistem daur ulang.

Selain itu, akan dibangun fasilitas pendukung lainnya seperti pabrik pakan, pengolahan susu, hingga kawasan pertanian untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak.

Mega farm ini juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi, sebab ada sekitar 5.000 petani yang akan terlibat dalam penyediaan pakan, dan juga sebanyak 8.000 peternak bakal dilibatkan dalam kemitraan pengembangan sapi. Program pengembangan hijauan pakan bahkan mencapai sekitar 2.000 hektare per tahun.

“Ini bukan hanya proyek industri, tapi juga pemberdayaan masyarakat,” tandas Ihsan.

Proyek ini merupakan bagian dari program Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN). Tahap awal (cut and fill) pengerjaan lahan akan dimulai pada Juni 2026, dan ditargetkan selesai serta mulai beroperasi pada akhir 2027, dengan produksi susu pertama (first milking) direncanakan pada Desember tahun tersebut.

Related News