Pengawasan Minyakita Diperketat Guna Kestabilan Harga
Jagad Tani - Pengawasan terhadap produksi dan distribusi Minyakita terus diperkuat Badan Pangan Nasional (Bapanas) guna memastikan harga tetap terkendali di tingkat konsumen, termasuk menijau PT Wilmar Tbk di Gresik, Jawa Timur.
“Hari ini kami melakukan monitoring langsung untuk memastikan tidak ada gangguan sedikit pun terkait produksi Minyakita,” ujar Andriko Noto Susanto, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, dalam keterangannya dikutip Minggu (19/04).
Baca juga: Nilai Ekspor CPO Melonjak, Indonesia Rajai Sawit
Menurutnya, pengawasan terhadap harga di tingkat konsumen harus menjadi perhatian utama, termasuk menggandeng pelaku usaha, seperti PT Wilmar Nabati Indonesia, guna melakukan intervensi pasar apabila terjadi ketidakstabilan harga.
“Kita tidak ingin ada harga di tingkat konsumen yang melebihi harga eceran tertinggi. Apabila terjadi ketidakstabilan harga, pelaku usaha bersama pemerintah siap melakukan intervensi pasar, salah satunya melalui operasi pasar atau gerakan pangan murah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pelaku usaha memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh rantai distribusi mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan.
“Produsen juga memiliki kewajiban untuk memastikan distributor di tingkat D1 dan D2 mematuhi ketentuan harga eceran tertinggi. Ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga stabilitas pangan,” tambahnya.
Ha ini dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya komoditas seperti Minyakita. Dari sisi distribusi Minyakita, PT Wilmar yang telah melebihi 35% kepada BUMN pangan, dan terus meningkat seiring dengan proses penyaluran melalui Perum BULOG yang masih berjalan.
“Ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga. Kami mengapresiasi komitmen PT Wilmar yang telah menjalankan produksi, distribusi, dan kepatuhan terhadap regulasi dengan baik,” terangnya.
Sementara itu, Business Unit Head PT Wilmar Nabati Indonesia, Ridwan Brandes Nainggolan, menyampaikan komitmen perusahaannya dalam mendukung berbagai langkah yang telah disepakati, terkait kestabilan harga di pasar.
“Kami menegaskan komitmen sebagai pelaku usaha untuk mematuhi seluruh aturan pemerintah serta berperan aktif sesuai kemampuan dalam menjaga stabilitas pangan, khususnya untuk komoditas Minyakita,” tandasnya.

