• 23 April 2026

Menyelamatkan Tanaman Berumur 35–55 Hari dari PBP

uploads/news/2026/04/menyelamatkan-tanaman-berumur-35-55-536289aa877330f.jpeg

Jagad Tani - Pengendalian serangan hama penggerek batang padi (PBP) di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, dilakukan lewat penggelontoran bantuan pestisida untuk menyelamatkan ribuan hektare sawah yang masih produktif.

Berdasarkan data lapangan Kementerian Pertanian (Kementan), total serangan PBP mencapai 14.406 hektare. Namun sekitar 5.000 hektare masuk kategori prioritas karena tanaman masih berumur 35–55 hari dan dinilai masih bisa diselamatkan. 

Baca juga: Indonesia Perkuat Kerjasama Pertanian dengan Polandia

“Sebanyak 1.900 liter pestisida telah didistribusikan ke lima kecamatan dengan tingkat serangan tertinggi, yaitu Lanrisang, Suppa, Mattiro Sompe, Duampanua, dan Cempa,” ucap Nelson Metubun, Direktur Pestisida Kementan, dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (22/04).

Tak berhenti di situ, menurutnya Kementan tengah menyiapkan tambahan bantuan dalam waktu dekat. “Bantuan selanjutnya tambahan 5.000 liter untuk 5.000 ha areal potensial, dan kita juga akan siapkan buffer stok di daerah ini sebagai bentuk mitigasi serangan hama,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Andi Nur Alam Syah menegaskan bahwa langkah cepat ini krusial untuk menekan potensi kehilangan produksi. 

“Produktivitas rata-rata daerah ini di Tahun 2026 sebesar 6,71 ton GKP. Dengan intervensi ini, kita berpotensi menyelamatkan sekitar 33.500 ton GKP. Tanpa pengendalian, dampaknya langsung ke pasokan dan pendapatan petani,” bahasnya. 

Adapun menurut Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian (Mentan), swasembada pangan bukan hanya soal meningkatkan produksi, tapi juga melindungi hasil panen petani. 

“Swasembada pangan tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Yang sama pentingnya adalah memastikan produksi yang sudah ditanam tidak hilang akibat gangguan seperti hama. Negara hadir untuk melindungi petani,” tukasnya.

Related News