• 23 April 2026

Karawang Pimpin Gerakan Pengendalian Padi

uploads/news/2026/04/karawang-pimpin-gerakan-pengendalian-740198a490869b5.jpeg

Jagad Tani - Gerakan Pengendalian (Gerdal) Penggerek Batang Padi (PBP) serentak dilaksanakan di 10 provinsi utama penghasil padi sawah nasional, 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat, serta Kabupaten Karawang yang menjadi tuan rumah dilaksakan di 30 kecamatan, pada Selasa (21/04) lalu.

Menurut Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Rachmat, menekankan bahwa pengendalian hama menjadi kunci keberhasilan panen.

Baca juga: Strategi Kendalikan Hama pada Tanaman Daun Bawang saat Musim Kemarau

Gerakan ini dinilai dapat memantik para petani untuk terus melakukan pengendalian secara mandiri dengan pendampingan berkelanjutan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).

Kegiatan tersebut dinilai akan terus berlanjut di tingkat lapangan melalui pendampingan teknis kepada para petani guna memastikan ancaman hama penggerek batang padi dapat ditekan sejak dini.

"Kita berikhtiar mulai dari persemaian agar panen berhasil dengan baik. Mari kita kompak menjaga tanaman dari hama dan penyakit untuk menyongsong tahun 2026 sebagai tahun swasembada beras berkelanjutan," ungkapnya.

Bahkan, melalui kegiatan yang diinisiasi oleh Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) ini, pada tahun 2025 realisasi produksi padi sawah di Kabupaten Karawang mencapai 1,43 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang, Rohman, menyampaikan bahwa angka tersebut melampaui target awal sebesar 1,41 juta ton GKG. Ia menambahkan, terdapat kelebihan produksi sekitar 53 ribu ton (0,39%) dari target yang telah ditetapkan.

Rohman menegaskan bahwa gerakan pengendalian yang dilakukan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata untuk memutus siklus hidup hama penggerek batang padi.

"Kami mengimbau para petani agar melakukan tanam padi secara serentak. Jika tidak serentak, hama berupa kupu-kupu akan mudah berpindah dari satu lahan ke lahan lainnya," tukasnya.

Related News