• 23 April 2026

Inovasi Pakan Dongkrak Produktivitas Ayam KUB

uploads/news/2026/04/inovasi-pakan-dongkrak-produktivitas-880525bcdf041ed.jpeg

Jagad Tani - Ayam lokal menjadi salah satu komoditas hewan ternak potensial karena memiliki kandungan protein yang lengkap, dengan cita rasa yang gurih, serta kadar lemak yang lebih rendah jika dibandingkan ayam broiler.

Melansir dari laman resmi Universitas Ailangga (Unair) yang ditulis oleh Prof. Dr. Mirni Lamid, drh., M.P, yang berjudul "Peningkatan Kualitas Daging Ayam KUB: Peran Enzim Fitase dan Protease dalam Meningkatkan Keempukan" dituliskan bahwa produk olahan berbahan baku ayam lokal semakin diminati karena kelezatan dan karakteristik dagingnya.

Baca juga: Strategi Kendalikan Hama pada Tanaman Daun Bawang saat Musim Kemarau

"Bagian paha menjadi bagian yang paling disukai konsumen karena teksturnya yang lebih empuk dan cita rasa yang lebih baik. Namun demikian, produksi ayam lokal masih tergolong rendah akibat kualitas bibit yang kurang optimal serta sistem pemeliharaan yang belum maksimal," ungkap Mirni dalam tulisannya dikutip Rabu (22/04).

Rata-rata bobot badan ayam lokal pada umur tiga bulan hanya sekitar 0,80 kg untuk jantan dan 0,70 kg untuk betina, sementara tekstur dagingnya cenderung alot sehingga membutuhkan perlakuan khusus dalam pemeliharaan maupun pengolahannya.

"Untuk mengatasi tantangan tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Ternak (Balitnak) telah menghasilkan ayam lokal unggul KUB (Kampung Unggul Balitbangtan) melalui proses seleksi genetik selama enam generasi," lanjutnya.

Bahkan dinilai jika Ayam KUB memiliki sejumlah keunggulan, seperti produksi telur mencapai 160–180 butir per tahun serta bobot potong 800–900 gram dalam waktu hanya 10 minggu, dan berpotensi besar dalam memenuhi kebutuhan protein hewani nasional.

Meskipun begitu, peluang peningkatan produktivitas masih terbuka lebar, terutama melalui efisiensi pakan. Kandungan nutrisi pakan sangat memengaruhi pertumbuhan ayam, dan pakan yang tidak memenuhi kebutuhan nutrisi dapat menurunkan produktivitas.

Oleh karena itu, penggunaan bahan imbuhan pakan seperti enzim eksogen menjadi salah satu pendekatan yang terbukti efektif meningkatkan efisiensi pakan dan performa karkas pada ayam lokal, termasuk ayam KUB.

"Di antara berbagai jenis enzim pakan, fitase dan protease merupakan yang paling umum digunakan dalam industri perunggasan. Fitase berfungsi mengurangi efek antinutrisi asam fitat dengan melepaskan fosfor yang terikat, serta meningkatkan ketersediaan protein dan pati dalam pakan," terangnya.

Adapun Fosfor, dijelaskan memiliki peran penting dalam menentukan keempukan dan susut masak daging, di mana asupan fosfor yang cukup dapat menghasilkan daging yang lebih empuk dan menurunkan susut masak.

Sementara itu, enzim protease membantu memecah protein pakan menjadi asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan pembentukan jaringan daging. Peningkatan ketersediaan asam amino dari pakan dapat memperbaiki tekstur daging, meningkatkan keempukan, serta mengurangi kehilangan cairan selama proses pemasakan.

"Inovasi ini diharapkan dapat mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terutama Zero Hunger melalui peningkatan produktivitas, kualitas daging, serta keamanan pangan ayam lokal unggul Indonesia," tandasnya.

Related News