Panen Jagung-Jambu Kristal, Bertani dari Bilik Lapas
Jagad Tani - Sebanyak 48 kilogram jagung dan 15 kilogram jambu kristal, dipanen oleh Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu di lokasi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Desa Langaleso.
Selama ini Warga Binaan terlibat langsung dalam proses pengelolaan lahan pertanian, dan merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian di bidang pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Baca juga: Puan Ingatkan Soal Mitigasi Kenaikan Minyak Goreng-BBM
Makmur, selaku Kepala Lapas Palu, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat ganda, baik dari sisi pembinaan dan ekonomi. Karena menumbuhkan keterampilan kerja, menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan semangat untuk terus berkarya.
“Program ini menjadi bukti bahwa Warga Binaan mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan bernilai jual apabila diberikan pembinaan serta kesempatan yang tepat,” terangnya dalam keterangan tertulisnya di Ditjenpas, dikutip Jumat (24/04).
Hasil panen tersebut rencananya akan dipasarkan kepada masyarakat sekitar Palu sebagai bentuk pemberdayaan hasil pembinaan yang bernilai ekonomi dan bermanfaat sekaligus upaya memperkenalkan hasil karya Warga Binaan kepada masyarakat.
Kegiatan panen ini dinilai mendukung program ketahanan pangan yang mengoptimalkan produktifitas lahan pertanian lokal. Dengan memanfaatkan sarana pembinaan yang ada, Lapas Palu turut berkontribusi dalam menjaga ketersediaan pangan dan mendorong semangat kemandirian melalui sektor pertanian.
Adapun salah satu Warga Binaan, yang bernaman Aco, mengaku bangga karena dapat terlibat dalam kegiatan tersebut, karena dapat belajar keterampilan yang bisa menjadi bekal dirinya untuk ke depan.
“Merasa bangga bisa ikut mendukung program ketahanan pangan pemerintah melalui pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Lapas. Selain itu, kegiatan ini memberi kesempatan bagi kami untuk terus belajar, mengembangkan diri, serta memiliki keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” imbuhnya.

