Advance Agriculture System Diterapkan di Sidrap
Jagad Tani - Penerapan Advance Agriculture System sebagai langkah untuk mempercepat modernisasi sektor pertanian, mulai diberlakukan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
Inovasi ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas serta meningkatkan kesejahteraan petani. Bahkan penanaman perdana dengan sistem ini dipimpin langsung oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif di Kelurahan Majelling, Kecamatan Maritengngae.
Syaharuddin Alrif menyampaikan capaian produksi gabah kering panen yang meningkat signifikan dari 400 ribu ton pada 2024 menjadi 675 ribu ton pada 2025, atau naik 27%.
“Kenaikan ini didorong oleh kelancaran distribusi pupuk, tingginya harga gabah di tingkat petani, serta penerapan pola Indeks Pertanaman IP 300 secara masif,” ujar Syaharuddin dalam keterangan resmi dikutip Senin (27/07).
Ditambahkan jika penerapan IP 300 terbukti memberikan hasil optimal dengan rata-rata produksi mencapai 9,4 ton per hektar. Pihaknya optimistis pada musim tanam kedua ini, produktivitas dapat meningkat hingga 10–15 ton per hektar.
Dalam aspek teknis, Syaharuddin juga menjelaskan soal metode tanam baru yang dimodifikasi, yakni dengan sistem Legowo 4:1, yang mana populasi padi dapat ditingkatkan hingga 880 ribu rumpun, bahkan mencapai 1,2 juta rumpun dengan sistem Legowo 6:1.
Angka ini naik tiga kali lipat dibandingkan sistem tradisional yang hanya mencapai 300 ribu rumpun.
Sementara itu Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Fadjry Djufry menyatakan bahwa keberhasilan IP 300 di Sidrap menjadi bukti efektivitas pola tanam yang tepat.
"Capaian sektor pertanian ini turut berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Terbukti pertumbuhan ekonomi Sidrap tercatat mencapai 7,7%, tertinggi di Sulawesi Selatan," terangnya.

