• 5 May 2026

Panen Lanjutan BUBK Kebumen Capai 46 Ton

uploads/news/2026/05/panen-lanjutan-bubk-kebumen-47650be38a25ee4.jpg

Jagad Tani - Kawasan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) yang terletak di Kebumen, Jawa Tengah, mencatatkan hasil panen lanjutan sebanyak 46 ton udang vaname.

Adapun jumlah hasil panen tersebut berasal dari panen parsial pada 32 petakan tambak, dan merupakan lanjutan dari siklus produksi ke delapan yang diharapkan menjadi pendorong tumbuhnya industri udang nasional.

Baca juga: Sekolah Pertanian Jadi Jujukan Perayaan Hardiknas Jateng

“Alhamdulillah, produksi terus meningkat dan kualitas udang sangat baik. Ini bukti bahwa sistem budidaya yang dijalankan sudah sesuai standar, termasuk pengelolaan lingkungan melalui IPAL,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Tb Haeru Rahayu, dikutip dari siaran resmi Selasa (05/05).

Menurut Tebe, capaian tersebut sekaligus memastikan penerapan standar Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) berjalan optimal. Secara bertahap, produksi BUBK Kebumen menunjukkan tren positif. Dari total 139 kolam, seluruhnya saat ini beroperasi aktif.

Dilanjutan jika panen parsial telah dilakukan sebanyak tiga kali, masing-masing sebesar 12 ton, 15 ton, dan meningkat menjadi 19 ton. Secara akumulatif, total produksi sementara mencapai 46 ton dari 32 petak tambak, dengan ukuran udang berkisar size 35-40.

Sementara itu, Penanggung jawab teknis BUBK Kebumen, Iwan Sumantri, menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan menjadi prioritas utama dalam operasional tambak.

“Sistem IPAL berjalan dengan baik. Indikatornya terlihat dari kualitas air yang tetap terjaga dan tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan. Ini menjadi komitmen kami agar budidaya tetap produktif sekaligus berkelanjutan,” jelas Iwan.

Ditmbahkan jika seluruh proses mulai dari intake, tandon, hingga on-farm dan IPAL dijalankan sesuai standar operasional untuk memastikan keberlanjutan produksi dan keamanan lingkungan.

Bahkan BUBK Kebumen dinilai berperan sebagai pusat pembelajaran bagi pembudidaya, sekaligus mendorong transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Salah satu petambak lokal, Andes Wahyabremudho, mengaku merasakan manfaat langsung dari keberadaan BUBK. Selain peningkatan pengetahuan teknis, kolaborasi antarpetambak juga semakin kuat dan produktivitas usaha meningkat signifikan.

“Dengan adanya BUBK, kami bisa banyak belajar dari sisi teknis. Ilmu baru, sharing dengan tim teknis, sampai peningkatan kualitas budidaya sangat terasa. Dampak positifnya jauh lebih banyak,” tukas Andes.

 

Related News