• 12 May 2026

Petani Cabai Dicap Petani Profesional, ini Alasannya

uploads/news/2026/05/petani-cabai-dicap-petani-816639880cded76.jpeg

Jagad Tani - Jagad Tani - Cabai dinilai masih menjadi salah satu komoditas hortikultura yang paling seksi dari dulu hingga sekarang. Sebab tananam cabai masih menjadi komoditi yang eksklusif.

Baca juga: Bertani dari Ketinggian, Bukan di Dataran Tinggi

Hal tersebut disampaikan oleh Shandy Prasetya selaku pemilik dari Mas Miracle Farm, menurutnya tidak semua orang tertarik menanam cabai, namun di kalangan petani, cabai justru identik dengan petani profesional dan berpengalaman.

“Bagi sebagian orang menanam cabai itu tidak menarik. Tapi di sisi lain, petani cabai sering dianggap petani kaya karena cabai adalah komoditas hortikultura yang eksklusif dan selalu punya nilai tinggi,” ujar Shandy kepada Jagad Tani.

Ia menjelaskan, jenis cabai yang umum dibudidayakan di Indonesia cukup beragam. Mulai dari cabai keriting yang paling sering ditemui di pasaran, cabai rawit domba yang berwarna putih saat muda lalu berubah merah ketika matang, hingga cabai setan dan cabai gendot yang terkenal dengan tingkat kepedasannya yang ekstrem.

Tak hanya itu, Shandy juga menyinggung jenis cabai unik asal luar negeri bernama Peter Pepper yang dikenal karena bentuknya yang tidak biasa.

Dalam kesempatan tersebut, Shandy juga meluruskan anggapan bahwa menanam cabai itu mudah. Menurutnya, keberhasilan menanam beberapa bibit cabai di rumah tidak bisa disamakan dengan budidaya skala besar.

“Nanam satu atau lima bibit itu beda dengan nanam 20 ribu bibit dalam satu hektare. Kalau cuma satu dua tanaman kena ulat atau jangkrik masih bisa diusir manual. Tapi kalau 20 ribu tanaman, tantangannya jauh berbeda,” jelasnya.

Ia menambahkan, budidaya cabai membutuhkan penanganan serius mulai dari pengendalian hama, penggunaan obat-obatan pertanian, hingga manajemen perawatan yang intensif. Karena itu, cabai disebut sebagai salah satu level tertinggi dalam pertanian hortikultura.

Shandy pun menyarankan para petani muda untuk tidak langsung terjun ke budidaya cabai skala besar. Ia menyebut komoditas seperti timun lebih cocok dijadikan tahap awal sebelum mencoba menanam cabai.

“Kalau ingin belajar pertanian produksi skala besar, mulai dulu dari yang lebih mudah seperti timun. Cabai itu levelnya paling tinggi di hortikultura,” katanya.

Menurut Shandy, tidak heran jika petani cabai sering mendapat predikat sebagai petani profesional, petani jago, sekaligus petani kaya karena tantangan budidayanya memang tidak mudah.


 

Related News