• 14 May 2026

Bantuan Petani Terdampak Banjir Capai Rp10 Milyar

uploads/news/2026/05/bantuan-petani-terdampak-banjir-565771615ee0872.jpg

Jagad Tani - Guna mempercepat pemulihan warga dan sektor pertanian terdampak banjir di Sulawesi Tenggara (Sultra) bantuan senilai kurang lebih Rp10 miliar diberikan.

Bantuan tersebut mencakup benih padi gratis untuk 2.000 hektare lahan, alat dan mesin pertanian, fasilitas pengering gabah (dryer), bantuan pangan, minyak goreng, hingga bantuan tunai. 

Baca juga: Pelaku Perikanan PUD Mukomuko Bakal Didata

Andi Amran Sulaiman selalu Menteri Pertanian (Mentan) yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), menjelaskan bahwa lahan pertanian yang terdampak banjir di Sultra sebanyak 337 hektare lahan yang berada di kawasan Amohalo, di mana sekitar 151 hektare terendam akibat jebolnya tanggul irigasi.

Mengatasi jebolnya tanggul irigasi tersebut, ia menilai jika pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) sudah menargetkan perbaikan saluran irigasi agar dapat selesai dalam satu minggu supaya petani bisa segera kembali berproduksi.

Sebagai bentuk percepatan pemulihan, penyaluran berbagai bantuan diberikan berupa benih padi gratis untuk lahan seluas 2.000 hektare di tiga kabupaten/kota terdampak, bantuan alat dan mesin pertanian berupa 20 unit hand traktor dan 5 unit combine harvester, serta bantuan dryer dari Perum Bulog untuk menyelamatkan hasil panen petani.

Selain bantuan sektor pertanian, bantuan sosial berupa 30 ton bahan pangan pokok dan 1.500 liter minyak goreng untuk masyarakat terdampak banjir, serta bantuan tunai sebesar Rp500 juta bagi warga yang terdampak langsung di kawasan Wanggu dan sekitarnya. 

“Kami kirim beras, minyak goreng, dan bantuan lainnya. Alat mesin pertanian, benih bibit untuk 2 ribu hektare. Mungkin kurang lebih Rp10 miliar bantuannya. Bantuan dryer juga kami siapkan,” jelas Amran.

Lebih lanjut, Amran juga menyampaikan soal kedekatan emosionalnya dengan masyarakat Sulawesi Tenggara. Ia mengaku memahami kondisi warga karena pernah merasakan situasi bencana dan memiliki ikatan dengan daerah tersebut.

“Karena saya pernah merasakan bencana. Ada Rp500 juta seadanya, karena ini adalah kampung halaman saya. Kami tahu daerah ini, kami sering naik motor di sini,” tukasnya.

Related News