Sistem Bioflok jadi Pilihan Budidaya Desa Mekarsari
Jagad Tani - Pengembangan budidaya ikan tematik melalui sistem bioflok jadi solusi perikanan air tawar yang produktif, efisien, dan ramah lingkungan.
Melalui program Budidaya Ikan Tematik bersama Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), panen ikan lele bioflok di Desa Mekarsari, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti tumbuhnya ekonomi masyarakat berbasis perikanan budi daya.
Baca juga: Pelaku Perikanan PUD Mukomuko Bakal Didata
Dijelaskan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Tb Haeru Rahayu, bahwa sistem bioflok bukan sekadar teknologi budidaya, tetapi juga bentuk inovasi yang mampu menjawab tantangan efisiensi usaha perikanan saat ini.
“Air hanya dimasukkan di awal hingga masa panen, penambahan dilakukan kalau memang diperlukan saja. Selain hemat pakan, sistem ini juga tidak butuh lahan luas dan efisien dalam penggunaan air,” ujar Tebe, sebagaimana dikutip dari siaran resminya Rabu (13/05).
Menurutnya, program budidaya bioflok merupakan upaya mendukung ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada tahun 2025, pengembangan program budidaya bioflok KKP di 100 titik yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dinilai memegang peranan kunci dalam menghasilkan produk perikanan yang berkualitas, sehat, aman dikonsumsi, serta memiliki daya saing di pasar.
“Program ini kami titipkan sebagai modal kerja awal masyarakat. Harapannya bisa terus berkembang dan bergulir secara mandiri untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat ,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Unit Perikanan, Peternakan, dan Pangan KDMP Mekarsari, Elpan, mengaku budidaya bioflok memberi harapan bagi masyarakat sekitar Waduk Saguling yang sebelumnya bergantung pada Keramba Jaring Apung (KJA).
“Dengan hadirnya bioflok ini menjadi solusi untuk masyarakat. Risiko kematian ikan lebih rendah dan pengelolaannya lebih bisa dikontrol. Ke depan kami ingin mengembangkan produk olahan seperti abon, filet, dan kerupuk agar pemberdayaan masyarakat semakin berkembang,” tukasnya.

