Jelang Iduladha 582 Ternak Riau, Sembuh PMK
Jagad Tani - Menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriyah, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak masih ditemukan di sejumlah daerah, termasuk di Provinsi Riau.
Melalui data Rekapitulasi Laporan Sindrom PMK di Bumi Lancang Kuning, semenjak tanggal 01 Januari-12 Mei 2026, total tercatat kasus PMK ada sekitar 758 ekor ternak.
Baca juga: Panen Raya Jagung Tuban Perkuat Ketahanan Pangan
Berdasarkan jumlah tersebut, sebanyak 532 ekor ternak dinyatakan sembuh. Adapun 226 ekor lainnya masih dalam proses penanganan dan pemantauan.
Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau, Mimi Yuliani, pihaknya terus bergerak melakukan pengawasan, pengobatan, serta edukasi kepada peternak guna menekan penyebaran PMK di lapangan.
“Alhamdulillah, sebagian besar ternak yang terpapar sudah berhasil sembuh. Saat ini petugas terus melakukan penanganan terhadap ternak yang masih sakit agar kondisi segera pulih,” ungkap Mimi, dikutip dari keterangan tertulisnya (18/05).
Dijelaskan pula bahwa Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak, yang berjumlah 368 ekor ternak terpapar PMK yang tersebar di 4 kecamatan dan 12 desa.
“Dari total kasus di Indragiri Hulu, sebanyak 196 ekor sudah sembuh. Sisanya masih dalam penanganan petugas bersama pemerintah daerah setempat,” sambungnya.
Untuk Kabupaten Rokan Hulu, dari 155 kasus sempat ditemukan, sebanyak 153 ekor ternak dinyatakan telah sembuh dan hanya menyisakan dua kasus aktif.
“Ini menunjukkan penanganan yang dilakukan berjalan efektif dan peternak juga semakin aktif melaporkan kondisi ternaknya,” terangnya.
Sedangkan di Kabupaten Kampar, kesehatan hewan ternak juga terus dilakukan pemantauan secara intensif terhadap ternak yang masih terpapar PMK.
“Kampar masih memiliki sejumlah kasus aktif, sehingga pengawasan dan pendampingan kepada peternak terus ditingkatkan,” turtur Mimi.
Adapun kabar yang menggembirakan justru datang dari Kabupaten Siak, dari 118 ekor ternak yang sebelumnya terpapar PMK, kini seluruhnya dinyatakan sembuh. Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kota Dumai yang sudah tidak memiliki kasus aktif.
“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa penanganan yang dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota, petugas lapangan, dan peternak memberikan hasil positif,” ungkapnya.
Sementara di Kabupaten Kepulauan Meranti masih terdapat 11 kasus aktif yang masih terus ditangani oleh tim kesehatan hewan. Sehingga para peternak diimbau untuk tetap menjaga kebersihan kandang.
Selain itu peternak juga harus membatasi lalu lintas hewan ternaknya, serta segera melapor kepada petugas apabila menemukan gejala PMK pada hewan ternak mereka.
"Kami juga memastikan pengawasan dan langkah penanganan akan terus diperkuat guna menjaga kesehatan ternak serta mendukung stabilitas sektor peternakan di Riau," tukasnya.

